KARANGASEM — Dua laporan pencurian sapi masuk ke Polres Karangasem dalam sepekan terakhir, semuanya terjadi di wilayah Kecamatan Abang. Peristiwa ini memicu kekhawatiran di kalangan peternak yang menggantungkan hidup pada ternak sapi di kawasan Gumi Lahar.
Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, pencurian terjadi di dua titik berbeda di Kecamatan Abang. Pelaku diduga masuk ke kandang milik peternak pada malam hari atau saat pemilik sedang lengah. Seekor sapi dewasa raib dari kandang dalam setiap kejadian, menyebabkan kerugian materi yang signifikan bagi pemiliknya.
Seekor sapi dewasa di pasar hewan Karangasem bisa dihargai puluhan juta rupiah. Bagi peternak kecil, kehilangan satu ekor sapi berarti kehilangan tabungan dan modal usaha sekaligus.
Kapolres Karangasem, AKBP I Nengah Sadiartha, menyatakan bahwa penyelidikan terus berjalan dan polisi telah mengantongi petunjuk penting. "Kami sudah menemukan titik terang. Identitas pelaku mulai mengerucut," ujarnya dalam keterangan singkat kepada awak media.
Polres Karangasem belum merinci lebih lanjut apakah pelaku merupakan komplotan atau pelaku tunggal. Namun, petugas telah memeriksa sejumlah saksi di lapangan dan mengumpulkan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Kekhawatiran melanda para peternak di Abang dan sekitarnya. Mereka mengaku waswas meninggalkan kandang dalam waktu lama, terutama pada malam hari. Sebagian peternak memilih untuk bergantian menjaga kandang secara sukarela.
Seorang peternak di Desa Abang, yang enggan disebutkan namanya, mengaku sudah dua kali kehilangan sapi dalam setahun terakhir. "Kami minta polisi rutin patroli, apalagi malam hari. Ini sudah meresahkan," keluhnya.
Pencurian sapi di daerah pedesaan seperti Karangasem kerap terjadi dengan modus sederhana. Pelaku biasanya memanfaatkan kandang yang jauh dari pemukiman atau saat pemilik sedang tertidur. Sapi kemudian digiring dengan kendaraan pikap atau dituntun ke lokasi lain.
Kasus serupa sebelumnya pernah terjadi di beberapa desa di Bali timur, termasuk di Buleleng dan Bangli. Polisi setempat kerap mengimbau peternak untuk memasang kunci ganda pada kandang dan melaporkan setiap orang mencurigakan yang muncul di sekitar kandang.
Polres Karangasem berjanji akan mengamankan pelaku dalam waktu dekat. Kapolres meminta masyarakat bersabar dan tidak main hakim sendiri. "Kami minta warga tetap tenang. Biarkan proses hukum berjalan," tegas AKBP I Nengah Sadiartha.
Polisi juga mengimbau peternak untuk melaporkan setiap kejadian sekecil apa pun ke kantor polisi terdekat. Semakin cepat laporan masuk, semakin besar peluang pelacakan.