Wisata Penglipuran Bangli Tak Berhenti Promosi, Gelar Lari “Green Steps” untuk Jaga Pamor di Tengah Popularitas

Penulis: Bayu Nugroho  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:58:27 WIB
Desa Wisata Penglipuran menggelar ajang lari “Green Steps” sebagai bagian dari promosi berkelanjutan.

BANGLI — Popularitas Desa Wisata Penglipuran sebagai salah satu destinasi terbaik di dunia tak membuat pengelolanya berhenti berpromosi. Sebaliknya, mereka justru menyiapkan strategi baru untuk menjaga gairah kunjungan, salah satunya melalui ajang olahraga tahunan.

Penglipu RUN 2026 direncanakan digelar pada Juni 2026. Acara ini mengusung tagline “Green Steps, Healthy Life”, yang menyatukan semangat hidup sehat dengan kampanye pelestarian lingkungan di kawasan desa adat tersebut.

Mengapa Desa Wisata yang Sudah Mendunia Masih Gencar Promosi?

Penglipuran selama ini dikenal karena tata ruang desa yang rapi, budaya yang terjaga, serta penghargaan internasional di sektor pariwisata. Namun, persaingan destinasi wisata di Bali dan Indonesia kian ketat.

Langkah promosi berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga posisi Penglipuran di peta wisata global, sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan dan mendorong kunjungan berulang.

“Green Steps, Healthy Life”: Olahraga sebagai Kemasan Promosi

Konsep lari di kawasan desa adat bukan sekadar ajang olahraga. Pengelola menyematkan nilai edukasi lingkungan dan budaya dalam setiap rute yang akan dilintasi peserta.

Dengan tagline tersebut, panitia ingin menekankan bahwa setiap langkah peserta berkontribusi pada gaya hidup sehat sekaligus menjaga kelestarian alam Penglipuran. Ajang ini juga diharapkan menarik segmen wisatawan milenial dan komunitas lari yang selama ini menjadi pasar potensial pariwisata Bali.

Strategi Bertahan di Tengah Tren Wisata yang Berubah Cepat

Langkah Penglipuran mencerminkan perubahan strategi pemasaran desa wisata di Indonesia. Promosi tidak lagi hanya mengandalkan keindahan visual atau penghargaan, tetapi juga pengalaman interaktif yang bisa diikuti wisatawan.

Penglipu RUN 2026 menjadi salah satu bukti bahwa desa wisata berusaha beradaptasi dengan tren wisata pengalaman (experiential tourism) yang kini banyak diminati. Acara ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk terlibat sebagai penyedia jasa, konsumsi, dan suvenir selama event berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, persiapan teknis dan rute lari masih dalam tahap finalisasi oleh pengelola desa wisata bersama pihak terkait.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: radarbali.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top