GILIMANUK — Lonjakan kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk terus terjadi sejak akhir pekan lalu. Data ASDP mencatat volume kendaraan yang masuk ke pelabuhan mencapai 2.600 unit per hari, meningkat signifikan dibanding hari biasa yang hanya sekitar 1.500 unit.
Kepadatan terpantau di area pintu masuk pelabuhan sejak Senin pagi. Antrean kendaraan pribadi dan bus mengular hingga dua kilometer ke arah jalan raya Gilimanuk. Petugas kepolisian dan ASDP diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas di titik rawan macet.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Yulizar, mengatakan bahwa kapal bantuan mulai dioperasikan sejak Senin (16/6) pukul 06.00 WITA. "Kapal ini akan melayani tambahan satu trip per hari selama masa libur panjang. Kapasitasnya 58 kendaraan sekali jalan," ujarnya.
Faktor utama kepadatan adalah terbatasnya kapasitas area parkir dan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk. Dengan luas lahan terbatas, dermaga hanya mampu menampung sekitar 500 unit kendaraan dalam satu waktu. Ketika volume masuk melebihi kapasitas, kendaraan terpaksa mengantre di luar pelabuhan.
Puncak arus penyeberangan diprediksi terjadi pada Rabu (18/6) hingga Kamis (19/6) malam. ASDP mengimbau pengguna jasa untuk membeli tiket secara daring minimal H-1 dan memilih waktu keberangkatan di luar jam sibuk, seperti pagi buta atau malam hari.
"Kami mengoperasikan 22 kapal reguler dan satu kapal bantuan. Namun, jika volume terus meningkat, kami siap menambah jam operasional," kata Yulizar. Pihaknya juga menyiagakan posko kesehatan dan pos pengaduan di area pelabuhan.
Polres Jembrana memberlakukan sistem buka-tutup di simpang tiga Gilimanuk untuk mengurai kepadatan. Kendaraan dari arah Denpasar dan Singaraja diatur secara bergantian memasuki area pelabuhan. Petugas juga menyediakan jalur khusus untuk kendaraan darurat dan angkutan logistik.
Warga yang akan menyeberang disarankan memantau informasi terkini melalui akun media sosial resmi ASDP atau menghubungi call center di 0821-1111-1111. Pemudir diingatkan untuk mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama.