GIANYAR — Kecelakaan kerja menimpa I Gede Rupada, warga Banjar Bingin, Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Ia jatuh dari pohon enau saat memanen air nira di kawasan Ubud, Jumat lalu.
Korban memanjat pohon setinggi 12 meter. Saat mencapai puncak, tali pengaman yang melilit tubuhnya putus. Rupada jatuh ke tanah dan menderita luka serius di kaki serta pinggang.
Menurut rekan kerja di lokasi, Rupada sudah terbiasa memanen nira. Namun kali ini peralatan pengaman gagal berfungsi. Tali yang tampak aus diduga menjadi penyebab utama.
“Tali itu putus mendadak. Dia sempat berteriak sebelum jatuh,” ujar seorang saksi di tempat kejadian. Korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan medis.
Tim medis di Puskesmas Ubud I menangani luka di bagian kaki dan pinggang korban. Rupada masih menjalani perawatan intensif. Pihak keluarga telah dihubungi dan berada di rumah sakit.
Polsek Ubud tiba di lokasi dan mengamankan tali pengaman yang putus. Barang bukti itu akan diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kegagalan fungsi alat.
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko tinggi pekerjaan pemanjat pohon enau di Bali. Banyak pekerja tradisional masih menggunakan peralatan seadanya tanpa standar keselamatan yang ketat.
Dinas Ketenagakerjaan Gianyar dijadwalkan melakukan inspeksi ke sejumlah titik perkebunan enau di Ubud. Mereka akan mendorong penggunaan tali pengaman bersertifikat dan pelatihan panen yang aman bagi para pekerja.