Audisi yang berlangsung di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Bali ini diikuti peserta dari Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Buleleng. Mereka menunjukkan kemampuan meracik minuman berbahan dasar arak Bali dengan sentuhan kreativitas masing-masing.
Dari total peserta yang tampil, hadir tiga srikandi yang mewakili Kabupaten Klungkung, Karangasem, dan Buleleng. Kehadiran mereka menjadi warna tersendiri dalam kompetisi yang didominasi laki-laki.
Hal menarik justru terjadi di Kabupaten Klungkung. Jika daerah lain para juara didominasi laki-laki, Klungkung hanya memiliki satu peserta perempuan dalam audisi tersebut.
Dewa Ayu Sri Wahyuni tampil percaya diri di tengah 14 peserta yang mengikuti audisi. Ia mampu membuktikan kemampuannya dalam meracik minuman berbahan arak Bali secara maksimal hingga berhasil menjadi juara pertama.
Posisi juara kedua diraih I Nyoman Devan Rishikesha Sabha, sementara Arya Agung Mahendra Kusuma menempati posisi ketiga.
Untuk Kota Denpasar, juara pertama diraih I Kadek Ryan Budi Ardika, disusul Kadek Dika Sastrawan sebagai juara kedua, dan I Wayan Levi Johniawan di posisi ketiga.
Sementara itu, Kabupaten Karangasem didominasi peserta dari LPK Monarch Bali Candidasa. Juara pertama diraih I Kadek Agus Ariya, juara kedua I Wayan Taman Artha, dan juara ketiga I Kadek Buda Arnawa.
Di Kabupaten Buleleng, Ketut Rino Suyastrawan berhasil meraih posisi juara pertama. Posisi kedua diraih I Putu Aldy Muliastrawan, sedangkan juara ketiga diraih I Komang Tri Widhi Ardika.
Para juri telah memilih tiga peserta terbaik dari masing-masing kabupaten/kota untuk melaju ke babak final yang akan digelar pada bulan Juni mendatang. Lomba ini berhadiah total beasiswa sebesar Rp 39 juta.
Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster. Kehadirannya menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta yang tampil penuh percaya diri di hadapan dewan juri.
Lomba Mixologi Arak Bali digelar dalam rangka memeriahkan bulan Bung Karno tahun 2026. Melalui ajang ini, panitia berharap dapat mengangkat potensi generasi muda untuk mencintai, melestarikan, dan mengembangkan produk lokal menjadi karya berkelas.