DENPASAR — Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (BIM University) sukses menggelar konferensi internasional Bali International Meeting on Business, Advanced Engineering, and Leadership Sustainability Impact (BIM-BALI) perdana pada Kamis (30/4/2026). Sebanyak 258 peserta dari berbagai latar belakang akademik dan profesional berpartisipasi dalam forum ilmiah berskala global tersebut.
Pertemuan ini menjadi tonggak sejarah bagi BIM University dalam memperkuat posisi sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada inovasi. Dari total peserta, 111 orang hadir langsung di kampus BIM University, sementara 147 peserta lainnya mengikuti rangkaian acara secara virtual melalui platform Zoom Meeting.
Konferensi ini mengusung tema besar mengenai kemajuan inovasi bisnis, keunggulan rekayasa, dan kepemimpinan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah menciptakan pembangunan yang tangguh melalui kolaborasi strategis antara akademisi dan praktisi di tingkat internasional.
Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme para kontributor. Forum ini dirancang untuk menjawab isu-isu strategis mulai dari kemandirian energi hingga implementasi kecerdasan buatan (AI) dalam narasi teknologi masa kini.
"Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ratusan peserta dan pemateri yang telah ikut berkontribusi," ujar Prof. Harun, Minggu (3/5).
Harun menegaskan komitmen kampus untuk terus berkembang menjadi perguruan tinggi swasta yang berkualitas. Target utamanya adalah mencetak lulusan dan riset yang memiliki daya saing kuat di level global.
Sejumlah narasumber terkemuka hadir memaparkan riset terbaru mereka. Di antaranya adalah Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si dari BRIN dan Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Bali, Prof. Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi. Kehadiran mereka memperkuat bobot akademis dalam diskusi mengenai masa depan teknologi di Indonesia.
Diskusi juga melibatkan pakar mancanegara seperti Prof. Yinghui Chen, Ph.D. dari Asia University, Taiwan, dan Assoc. Prof. Dr. Mohd Hairy Ibrahim dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia. Materi yang disampaikan mencakup penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi standar global dalam pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, Prof. Dr. Bambang Setiaji turut memberikan pandangannya mengenai arah kebijakan pendidikan tinggi. Para ahli sepakat bahwa inovasi teknologi harus berjalan selaras dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial untuk menciptakan dampak yang nyata.
Momen menarik dalam rangkaian konferensi ini adalah peluncuran resmi program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui skema One Day Service. Inovasi layanan ini memungkinkan calon mahasiswa menyelesaikan seluruh proses administrasi hingga resmi terdaftar hanya dalam waktu satu jam.
Efisiensi layanan ini dibuktikan langsung di hadapan peserta konferensi. Intan Dwi Cahya Ramadhani, salah satu calon mahasiswa, diperkenalkan oleh Rektor setelah berhasil menuntaskan proses pendaftaran kilat tersebut. Langkah ini menunjukkan kesiapan BIM University dalam mengadopsi teknologi digital untuk pelayanan publik yang lebih cepat.
Keberhasilan penyelenggaraan perdana ini memicu optimisme untuk agenda mendatang. BIM University telah mengumumkan rencana penyelenggaraan The 2nd BIM-BALI Conference yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.
Dalam agenda tersebut, pihak kampus akan menggandeng IPAYMU sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan konferensi dan memperkuat ekosistem inovasi digital di Bali serta Indonesia pada umumnya.
Tingginya partisipasi peserta dalam konferensi perdana ini menjadi indikator kuat bahwa BIM-BALI memiliki daya tarik besar sebagai forum akademik profesional. BIM University terus mematangkan persiapan untuk menjadi pusat inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri global.