DENPASAR — Penyelesaian pelatihan Bina Posyandu 6 SPM oleh seluruh TP. Posyandu Kota Denpasar, mulai tingkat kota hingga desa/kelurahan di empat kecamatan, menandai tahap kritis persiapan pelaksanaan di lapangan. Peserta dari semua kecamatan — Denpasar Barat (Gelombang IV), dan Denpasar Timur, Utara, Selatan (Gelombang I-III) — telah mengikuti rangkaian pelatihan yang dirancang memperkuat pemahaman regulasi dan praktik kader sebagai garda terdepan program.
Apa Itu Posyandu 6 SPM dan Mengapa Berbeda?
Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal bukan sekadar evolusi program kesehatan tradisional. Konsep yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Bali ini mengintegrasikan enam sektor utama: Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum, serta Sosial. Perubahan paradigma ini menggeser posyandu dari pusat pelayanan kesehatan menjadi wahana koordinasi pembangunan komunitas multi-sektor.
Menurut Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, perluasan cakupan ini dimaksudkan agar kader memahami regulasi yang berlaku secara holistik. "Dulu Posyandu hanya pelayanan kesehatan, sekarang lebih luas ke berbagai cakupan kehidupan masyarakat," jelasnya dalam acara penutupan Kamis lalu.
Ekspektasi Percepatan Implementasi di Lapangan
Ketua TP. Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menekankan bahwa pelatihan ini harus diterjemahkan cepat ke tindakan konkret. Ia mengatakan, "Sehubungan dengan semua TP. Posyandu se-Kota Denpasar telah tuntas mengikuti kegiatan Bina Posyandu ini, kami berharap TP. Posyandu Kecamatan dan Desa/Kelurahan dapat menjadi contoh dalam menjalankan dan mengaplikasikan program Posyandu 6 SPM secara berkelanjutan."
Sagung Antari juga mengharapkan seluruh peserta memahami akselerasi layanan posyandu, pengelolaan posyandu desa/lurah, dan layanan terkait sosial, pendidikan, kesehatan, dan aspek lainnya. "Melalui Bina Posyandu ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kapasitas dan disosialisasikan di masyarakat guna mewujudkan pelayanan optimal sebagai bentuk mendukung Kota Denpasar yang maju, makmur, aman, jujur, dan unggul," tambahnya.
Edukasi Lingkungan sebagai Prioritas Awal
Dukungan Pemerintah Provinsi terhadap program ini tercermin dalam langkah konkret yang diminta kepada seluruh kader. Kadis PMD Dwi Dewata mengajak kader posyandu mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, mengingat kebersihan lingkungan menjadi salah satu poin dalam Posyandu 6 SPM.
"Mari kita sama-sama bergerak untuk kebersihan lingkungan ini. Salah satu upayanya adalah setiap bulannya kita sudah melakukan gerakan Kulkul TP PKK dan Posyandu, selain itu sosialisasi PSBS, hingga pelayanan menyeluruh sesuai dengan indikator posyandu 6 SPM. Ini adalah sinergitas yang harus kita lakukan berkelanjutan," ujarnya.
Hadir dalam penutupan acara: Kadis DPMD Kota Denpasar I Wayan Budha, Sekretaris DPMD Kota Denpasar Tresna Yasa, Sekretaris DPUPR Kota Denpasar Toni Marthana Wijaya, beserta sejumlah undangan lainnya, merefleksikan komitmen lintas dinas kota terhadap implementasi program.