BALI — Rencana pengembangan ini bukan sekadar menambah wahana. PJAA ingin mengubah lanskap pesisir Jakarta Utara menjadi destinasi terpadu yang menggabungkan rekreasi, hunian, dan fasilitas komersial dalam satu kawasan. Bagi wisatawan, ini berarti pilihan baru untuk menikmati sore di tepi laut tanpa harus keluar kota.
Dua Klaster, Satu Visi: Dari Marina hingga Utara Jimbaran
Lahan reklamasi 65 hektare itu akan dibagi menjadi dua klaster, masing-masing seluas 35 hektare dan 30 hektare. Lokasinya membentang dari kawasan Marina hingga bagian utara Ancol.
Direktur Utama PJAA Syahmudrian Lubis menjelaskan, beach club akan ditempatkan di dua titik strategis. "Beach club ini kita bikin ada di dekat Putri Duyung dan ada juga di bagian utaranya Jimbaran," katanya di Gedung DPRD DKI, Selasa (8/9).
Bukan Sekadar Klub Pantai: Konsep Mixed-Use yang Menyulap Kawasan
Pengembangan kawasan ini memakai konsep mixed-use. Artinya, dalam satu area akan berdiri beragam fungsi yang saling melengkapi. Fasilitas yang disiapkan meliputi pusat rekreasi (amusement), rumah sakit, apartemen, hotel, dan berbagai fungsi komersial lainnya.
Konsep ini mirip dengan pengembangan kawasan terpadu di kota-kota besar dunia, di mana wisatawan bisa menginap, berbelanja, dan mencari hiburan tanpa perlu berpindah lokasi. Bagi keluarga, kehadiran rumah sakit di dekat area rekreasi juga menjadi nilai tambah dari sisi keamanan dan kenyamanan.
Mengapa Butuh Waktu Hingga 2030?
PJAA menargetkan proses tender mitra strategis selesai pada Desember 2026. Setelah pemenang ditetapkan, pembangunan reklamasi baru dimulai Februari 2027. Targetnya, kawasan ini sudah establish pada 2030.
Kabar baiknya, PJAA tidak terburu-buru memilih mitra. Syahmudrian menegaskan pihaknya masih melakukan pitching dengan calon mitra dan proses seleksi dilakukan sangat hati-hati. "Menjadi long-term partnership dengan Ancol. Dan dia enggak boleh gagal, gitu loh. Makanya kita hati-hati banget memilih," tandasnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Ancol tidak sekadar mencari investor dengan modal besar, melainkan mitra yang punya komitmen jangka panjang untuk mengelola kawasan. Bagi pengunjung, ini berarti jaminan kualitas pengelolaan yang lebih baik dibandingkan sekadar proyek komersial jangka pendek.
Apa Artinya bagi Wisatawan?
Kehadiran beach club dan kawasan mixed-use ini akan melengkapi ekosistem wisata Ancol yang sudah ada. Pengunjung yang biasa datang ke Ancol untuk bermain di Dufan atau Pantai Lagoon nantinya punya alasan baru untuk tinggal lebih lama.
Dengan target rampung 2030, proyek ini masih akan berjalan beberapa tahun lagi. Namun, bagi Anda yang merencanakan liburan keluarga dalam beberapa tahun ke depan, kawasan ini layak masuk daftar tunggu. Sementara itu, informasi terkini mengenai perkembangan proyek dapat dipantau melalui kanal resmi PT Pembangunan Jaya Ancol.