Pencarian

Pasar Smartphone Eropa Anjlok 10%, Apple Kini Samai Pangsa Pasar Samsung di 34%

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 09:33:31 WIB
Pasar Smartphone Eropa Anjlok 10%, Apple Kini Samai Pangsa Pasar Samsung di 34%
Pasar smartphone Eropa menyusut 10 persen pada kuartal II 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

BALI — Laporan terbaru dari Counterpoint Research mengungkap perubahan signifikan pada peta persaingan smartphone di Benua Biru. Jika pada kuartal II 2025 Samsung masih unggul telak dengan 31% berbanding 25%, maka setahun kemudian keduanya kini imbang. Kondisi ini terjadi saat pasar secara keseluruhan justru menyusut 10% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Akar Masalah: RAMageddon dan Tekanan Ekonomi

Counterpoint mencatat penurunan permintaan konsumen dipicu iklim makro yang sulit, diperparah oleh konflik Iran yang memicu inflasi. Dampaknya terasa paling berat di segmen pasar entry-level dan menengah, area yang selama ini menjadi ladang utama vendor asal China.

Kenaikan harga komponen RAM yang berkelanjutan—fenomena yang dijuluki RAMageddon—memaksa para OEM menaikkan harga jual perangkat. Akibatnya, vendor seperti Xiaomi, Oppo, dan Honor kehilangan daya saing di kategori harga yang sensitif terhadap perubahan.

Di sisi lain, Apple justru diuntungkan. Basis konsumen di segmen premium dinilai lebih tahan terhadap gejolak ekonomi, sehingga penjualan iPhone tidak banyak tergerus.

Pergeseran Strategi di Tengah Krisis

Kondisi ini memaksa para vendor Android untuk mencari strategi baru. Beberapa analis menilai langkah Google yang mulai menguji coba sideloading tingkat lanjut untuk Android bisa menjadi salah satu upaya meredam dampak krisis dengan menawarkan fleksibilitas lebih bagi pengembang dan pengguna.

Namun, tekanan harga membuat inovasi semacam itu belum tentu cukup. Samsung yang selama ini mengandalkan lini Galaxy A untuk pasar menengah juga harus bekerja ekstra mempertahankan posisinya, sementara Apple diprediksi akan terus menggerus pangsa pasar jika situasi ekonomi tidak membaik.

Dampak bagi Konsumen Indonesia

Meski data ini berasal dari pasar Eropa, dampaknya berpotensi terasa di Indonesia. Jika vendor global mengurangi porsi produksi untuk pasar menengah demi menekan biaya, konsumen lokal bisa menghadapi pilihan lebih terbatas atau harga yang lebih tinggi untuk model kelas bawah.

Bagi pengguna yang berencana membeli smartphone baru, kondisi ini menandakan bahwa harga perangkat dengan spesifikasi tinggi kemungkinan besar belum akan turun dalam waktu dekat. Menunggu momentum program bundling atau diskon dari operator seluler bisa menjadi strategi yang lebih bijak.

Laporan ini juga menjadi sinyal bahwa dominasi Apple yang selama ini terpusat di Amerika Serikat kini mulai merambah pasar yang lebih beragam. Dengan pangsa pasar yang kini seimbang, persaingan antara iOS dan Android di Eropa diprediksi akan semakin ketat sepanjang sisa tahun 2026.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 9to5google.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks