Pencarian

Gubernur Bali Koster Buka Kompetisi Mixology, Bidik Level Nasional

Senin, 10 Agustus 2026 • 16:11:31 WIB
Gubernur Bali Koster Buka Kompetisi Mixology, Bidik Level Nasional
Gubernur Bali Wayan Koster membuka Kompetisi Mixology & Flair Bartender dalam rangka HUT ke-68 Provinsi Bali di Denpasar, Minggu (9/8/2026).

DENPASARGubernur Bali Wayan Koster membuka Kompetisi Mixology & Flair Bartender dalam rangka memperingati HUT ke-68 Provinsi Bali di Gedung Kertha Saba, Areal Rumah Jabatan Gubernur Bali, Minggu, 9 Agustus 2026. Kompetisi ini diikuti 23 calon bartender berbakat yang berasal dari berbagai daerah di Bali.

Dalam kompetisi tersebut, para peserta ditantang untuk mengolah koktail berbahan dasar arak yang dipadukan dengan buah serta rempah khas Bali. Selain cita rasa, peserta juga dinilai dari keterampilan flair bartending melalui aksi atraktif memainkan botol dan peralatan peracik minuman.

Koster menjelaskan, gagasan kompetisi ini berawal dari audiensi dua bartender asal Bali, Eka Darmawan dan Rico Ardiana. Keduanya dijadwalkan mewakili Bali dalam kompetisi bartender di Las Vegas, Amerika Serikat, dan Polandia.

“Saya tertarik karena ini keterampilan unik dan langka. Menurut saya ini adalah potensi besar, karena anak-anak kita dianugerahi keterampilan seperti itu. Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia punya ekosistem yang baik,” ujarnya.

Dorong Pengembangan Produk Lokal

Menurut Koster, kemampuan mixology dan flair bartending tidak hanya berkaitan dengan keterampilan individu, tetapi juga berdampak pada pengembangan produk lokal Bali. Hal ini diwujudkan melalui pemanfaatan arak Bali yang dipadukan dengan buah-buahan dan rempah lokal.

“Kita harus urus dan beri perhatian serius karena dapat memajukan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja baru,” sebutnya.

Koster menilai posisi Bali sebagai destinasi pariwisata internasional menjadi modal penting untuk mengembangkan profesi bartender. Keterampilan tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk bekerja di hotel, restoran, maupun membangun usaha sendiri.

“Ini peluang bagi anak-anak kita. Selain punya nilai tawar di hotel atau restoran, dengan kemampuan yang dimiliki, mereka juga bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Harus kita urus dari hulu hingga hilir,” urainya.

Sertifikasi dan Bantuan Modal

Untuk memperkuat kompetensi dan nilai tawar para bartender, Koster menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menerbitkan sertifikat bagi peserta yang telah mengikuti kompetisi. Pemerintah juga diminta memfasilitasi akses bantuan modal bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha.

Koster juga mendorong agar kompetisi Mixology & Flair Bartender tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kejuaraan serupa diharapkan dapat digelar lebih rutin hingga berkembang menjadi kompetisi tingkat nasional dengan Bali sebagai tuan rumah.

Dari persaingan 23 peserta, Kadek Suniantara berhasil keluar sebagai juara. Ia tampil dengan racikan bertajuk ‘Dewan Kemangi’ yang memadukan arak Dewan dengan kemangi, jahe, sirup markisa, lime, serta tambahan topping sprite. Racikan tersebut dinilai unggul dari sisi rasa dan perpaduan bahan, ditambah aksi flair bartending yang atraktif.

Atas prestasinya, Kadek Suni berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp15 juta. Ia juga berpeluang dikirim ke Polandia untuk mengikuti kejuaraan bartender.

Follow denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: updatebali.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks