BALI — Kehadiran NPU kini menjadi pembeda utama antara ponsel premium dan kelas menengah. Komponen ini bekerja di luar CPU dan GPU untuk menangani tugas AI spesifik seperti pengeditan foto atau penerjemahan bahasa secara real-time. Qualcomm, MediaTek, dan Apple sama-sama mengklaim bahwa pemrosesan on-device mampu memangkas latensi dan melindungi data pribadi pengguna.
Berikut tiga flagship 2026 yang memanfaatkan NPU sebagai pusat kemampuan AI mereka, dirangkum Jumat (7/8/2026).
Samsung Galaxy S26 Ultra: Hexagon NPU untuk AI Multimodal
Samsung Galaxy S26 Ultra hadir sebagai flagship Android paling lengkap tahun ini. Untuk pasar global, perangkat ini ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan Qualcomm Hexagon NPU generasi terbaru.
Chip tersebut dirancang mempercepat pemrosesan AI multimodal—mulai dari pengeditan foto, penerjemahan bahasa secara real-time, hingga asisten digital yang memahami konteks penggunaan. Qualcomm menyebut platform ini membawa peningkatan signifikan pada performa AI sekaligus efisiensi daya dibanding generasi sebelumnya.
Di sektor kamera, NPU membantu fitur pengurangan noise (noise reduction), peningkatan kualitas zoom, dan pemrosesan video dengan konsumsi daya lebih rendah.
iPhone 17 Pro Max: Apple Neural Engine untuk Privasi
Apple memperkuat ekosistem Apple Intelligence lewat iPhone 17 Pro Max. Perangkat ini mengandalkan Apple Neural Engine sebagai komponen kunci untuk menjalankan fitur AI langsung di perangkat.
Teknologi tersebut digunakan untuk membantu penulisan, mengelola notifikasi, menyunting foto, membuat gambar, hingga memahami konteks penggunaan tanpa harus selalu memproses data melalui cloud. Apple menegaskan bahwa pendekatan on-device menjadi fondasi utama Apple Intelligence karena menjaga privasi pengguna sekaligus memberikan respons yang lebih cepat.
Google Pixel 10 Pro: Tensor dan Efisiensi Fitur AI
Google Pixel 10 Pro melanjutkan reputasinya sebagai pionir smartphone AI. Chipset Tensor yang digunakan dirancang khusus untuk mengoptimalkan pemrosesan AI melalui NPU internal.
Fitur seperti Magic Editor, Call Assist, transkripsi otomatis, hingga pengolahan foto berbasis AI dapat berjalan lebih efisien langsung dari perangkat. Hal ini mengurangi ketergantungan pada koneksi internet untuk tugas-tugas AI harian.
Ketiga perangkat ini menunjukkan arah industri yang semakin mengutamakan komputasi edge. Bagi pengguna yang sering bepergian atau bekerja dengan data sensitif, kemampuan AI on-device menjadi pertimbangan penting sebelum membeli flagship tahun ini.