BADUNG — Penanaman massal ini digagas oleh FINNS Bali bersama Bali Youth Parliament for Water (BYPW). Sebelum turun ke lokasi, para peserta mendapat pembekalan teknik penanaman dan edukasi tentang pentingnya mangrove dari perwakilan BYPW serta Kelompok Nelayan Ersanya Gaing-Gaingan.
Mangrove Sebagai Benteng Alam Bali
ESG Manager FINNS Bali, M. Abdul Manaf, menegaskan bahwa pihaknya menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari program Environmental, Social, and Governance (ESG). “Mangrove adalah benteng pertahanan alami Pulau Bali. Sebagai usaha yang memiliki venue dekat pantai, kami sangat menyadari pentingnya keberadaan ekosistem ini,” ujarnya di sela kegiatan.
Manaf menambahkan, aksi ini merupakan langkah nyata mendukung keberlanjutan lingkungan Bali. Ia berharap kontribusi positif ini bisa menginspirasi pelaku usaha lain.
Manfaat Ekologis dan Ekonomis Mangrove
Perwakilan Bali Youth Parliament for Water, I Made Tejamurti Anggara, menjelaskan bahwa fungsi mangrove tidak sekadar pelindung garis pantai. “Hutan mangrove juga berperan sebagai penyaring alami, penyerap karbon, sekaligus habitat penting bagi berbagai jenis flora dan fauna laut,” katanya. Menurutnya, pelestarian mangrove menjadi langkah kunci dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir.
Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Ersanya Gaing-Gaingan, I Nyoman Tekat, menyoroti nilai ekonomi mangrove. Buah mangrove dapat diolah menjadi sirup, kopi, hingga keripik. “Upaya pelestarian harus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaat ekologis maupun ekonominya tetap dirasakan generasi mendatang,” ujarnya.
55 Peserta dari Berbagai Komunitas Ikut Serta
Peserta berasal dari komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, relawan, dan masyarakat umum yang peduli terhadap kelestarian ekosistem pesisir. Mereka berkumpul di kawasan Pura Dalem Gaing Mas, Jimbaran, kemudian bergerak menuju lokasi penanaman di sepanjang Jalan Bypass Ngurah Rai. Bibit yang ditanam adalah Rhizophora mucronate, spesies yang dikenal efektif menahan abrasi dan mendukung keseimbangan ekosistem pesisir.
Bersih-Bersih Sampah Sebagai Komitmen Tambahan
Selain menanam, para peserta juga menggelar aksi bersih-bersih sampah plastik di sekitar kawasan mangrove. Kegiatan ini dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir dan mencegah pencemaran yang dapat mengganggu pertumbuhan mangrove.
Melalui kolaborasi ini, FINNS Bali dan BYPW berharap semakin banyak komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat yang tergerak mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman mangrove tidak hanya menjadi simbol peringatan Hari Mangrove Sedunia, melainkan juga investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem pesisir dan masa depan Bali yang lebih hijau.