Pencarian

Menteri AHY Fokuskan Empat Klaster Pembangunan Bali: Pariwisata, Konektivitas, Lingkungan, dan Tata Ruang

Senin, 20 Juli 2026 • 16:15:31 WIB
Menteri AHY Fokuskan Empat Klaster Pembangunan Bali: Pariwisata, Konektivitas, Lingkungan, dan Tata Ruang
Menteri AHY menyampaikan empat klaster pembangunan Bali yang meliputi pariwisata, konektivitas, lingkungan, dan tata ruang dalam rapat koordinasi di Denpasar, Senin (17/3).

DENPASAR — Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memetakan ulang arah pembangunan Bali dengan pendekatan empat klaster strategis. Menteri AHY menegaskan bahwa pariwisata tetap menjadi motor utama ekonomi, namun harus diperluas secara merata untuk mengurangi tekanan di kawasan selatan.

“Destinasi harus terus dikembangkan, tetapi tidak bisa terkonsentrasi di satu atau dua wilayah saja; itu akan meningkatkan beban pembangunan dan menekan daya dukung lingkungan,” ujar AHY dalam rapat koordinasi di Denpasar, Senin (17/3).

Pariwisata: Rp176 Triliun Devisa dan Ancaman Over-tourism

Data yang dipaparkan AHY menunjukkan Bali menyumbang 45,8 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2025. Dari angka itu, sektor pariwisata Bali menghasilkan Rp176 triliun dari total Rp319,9 triliun devisa pariwisata nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa konsentrasi aktivitas di Bali Selatan telah memicu kemacetan parah yang kerap dikeluhkan publik.

“Kemacetan lalu lintas yang sering menjadi perhatian publik harus segera dicarikan solusi alternatif, terutama di koridor konektivitas reguler di Bali Selatan,” kata AHY.

Konektivitas dan Lingkungan: Dua Sisi Mata Uang Pembangunan

Klaster kedua menyasar konektivitas antarwilayah, khususnya di Bali Selatan yang menjadi pusat aktivitas selama musim liburan. Pemerintah mendorong solusi transportasi alternatif untuk mengurangi kemacetan. Sementara itu, klaster ketiga menyoroti penurunan kualitas lingkungan yang nyata akibat lonjakan jumlah wisatawan.

“Belum lagi abrasi yang juga mengancam pantai dan garis pantai kita, serta pengurangan lahan produktif, termasuk sawah yang harus kita jaga,” ujar AHY.

Gubernur Bali Wayan Koster menambahkan bahwa tantangan lingkungan yang paling mendesak meliputi alih fungsi lahan yang cepat, menumpuknya sampah, degradasi ekosistem, ancaman air bersih, dan kemacetan lalu lintas. “Infrastruktur dan transportasi publik masih belum memadai, berkontribusi pada kemacetan parah dan hilangnya keaslian budaya Bali secara bertahap,” kata Koster.

Tata Ruang Jadi Kunci: Jika Tak Terencana, Bencana Mengintai

Klaster keempat adalah penataan ruang yang harus menjadi pedoman pembangunan. AHY memperingatkan bahwa tanpa perencanaan yang matang, permasalahan bisa meningkat menjadi bencana yang mengganggu pariwisata dan konektivitas. “Keempat klaster ini adalah upaya pembangunan Bali yang saya harap bisa kita awasi bersama,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks