Pencarian

Tanjung Lesung Disebut Berpotensi Jadi Sanctuary, Wisata Alam untuk Pemulihan Fisik dan Mental

Jumat, 12 Juni 2026 • 14:55:31 WIB
Tanjung Lesung Disebut Berpotensi Jadi Sanctuary, Wisata Alam untuk Pemulihan Fisik dan Mental
Tanjung Lesung menawarkan wisata alam yang mendukung pemulihan fisik dan mental.

BALI — Penilaian itu disampaikan Chairman Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter, Dr. (HC) Setyono Djuandi Darmono. Menurut dia, Tanjung Lesung yang membentang di lahan seluas 1.500 hektare itu menawarkan kombinasi wisata bahari, darat, udara, hingga pengalaman budaya yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

"Model pembangunan abad ke-21 ditentukan oleh kemampuan kita melakukan restorasi, termasuk restorasi lingkungan," ujar Darmono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Paradigma Pembangunan Berkelanjutan

Darmono menjelaskan, dunia saat ini tengah mengalami pergeseran paradigma pembangunan. Jika abad ke-20 bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam, maka abad ke-21 justru menuntut kemampuan menjaga dan memulihkan lingkungan.

Menurut dia, kawasan yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam menjadi semakin bernilai. Alam yang sehat tidak lagi dianggap penghambat pembangunan, melainkan aset penting untuk masa depan.

Insentif Ekonomi dari Wisatawan

Darmono menekankan, keberhasilan destinasi wisata saat ini tidak diukur dari jumlah fasilitas atau bangunan yang berdiri. Kualitas lingkungan yang terjaga justru menjadi daya tarik utama.

"Ketika wisatawan menghargai pantai yang bersih, hutan yang lestari, terumbu karang yang sehat, dan budaya lokal yang hidup, maka ekonomi akan memberikan insentif untuk menjaga semuanya," katanya.

Pariwisata yang dikelola secara bertanggung jawab, lanjut dia, bisa menjadi instrumen konservasi yang efektif. Bukan sekadar industri yang berorientasi pada konsumsi semata.

Dukungan Infrastruktur dan Akses

Darmono menilai Tanjung Lesung memiliki posisi unik karena berkembang di saat dunia mencari model pembangunan yang lebih berkelanjutan. Alih-alih mengejar jumlah wisatawan, kawasan ini dinilai bisa mengedepankan kualitas pengalaman wisata serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai daya tarik utama.

Pendekatan itu penting agar pengembangan kawasan tidak mengorbankan sumber daya alam demi keuntungan jangka pendek. Selain itu, kehadiran akses Tol Serang–Panimbang yang segera rampung diyakini akan meningkatkan konektivitas menuju kawasan tersebut.

"Dengan hadirnya akses Tol Serang-Panimbang yang segera rampung, Tanjung Lesung tidak hanya menjadi lebih dekat secara geografis, tetapi juga semakin relevan dengan kebutuhan dunia saat ini," ujar Darmono.

Investasi Masa Depan: Lingkungan dan Masyarakat

Menurut Darmono, investasi masa depan tidak hanya berbicara soal keuntungan finansial. Nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat menjadi faktor penting yang semakin diperhitungkan.

Dunia, kata dia, membutuhkan lebih banyak sanctuary. Yakni kawasan yang mampu menunjukkan bahwa pembangunan, pelestarian alam, dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan.

Dengan potensi alam yang dimiliki, Tanjung Lesung dinilai berpeluang menjadi contoh bagaimana destinasi wisata dapat berkembang tanpa kehilangan identitas lingkungan dan budaya yang menjadi kekuatannya. Lebih dari sekadar kawasan wisata, kawasan ini dipandang sebagai model pembangunan yang menawarkan harapan bahwa manusia dan alam dapat tumbuh bersama.

Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks