BANGLI — Bupati Bangli SN Sedana Arta memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Kantor Bupati Bangli pada Sabtu (2/5). Dalam amanatnya, Sedana Arta memaparkan visi "Pendidikan Bermutu untuk Semua" sebagai fondasi utama mencetak generasi cerdas dan bermartabat.
Pemerintah Kabupaten Bangli kini mulai mengimplementasikan lima kebijakan strategis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kebijakan tersebut mencakup percepatan pembangunan fisik modern hingga penguatan kesejahteraan tenaga pendidik di seluruh wilayah Bangli.
Sedana Arta menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan. Menurutnya, proses ini merupakan upaya tulus untuk memanusiakan manusia dan menumbuhkembangkan potensi fitrah sebagai makhluk Tuhan.
Beasiswa Rp 3 Juta dan Tunjangan Sertifikasi Guru
Fokus utama pemerintah daerah saat ini tertuju pada peningkatan kualitas guru sebagai agen peradaban. Pemerintah pusat dan daerah bersinergi memberikan beasiswa senilai Rp 3 juta per semester bagi guru yang belum mengantongi ijazah S1 atau D4 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
"Pemerintah memberikan beasiswa senilai Rp 3 juta per semester bagi guru yang belum berijazah S1/D4 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Selain itu, tunjangan sertifikasi kini ditransfer langsung setiap bulan untuk menjamin ketenangan guru dalam bertugas," jelas Bupati Sedana Arta.
Langkah ini diambil untuk memastikan para pendidik di Bangli memiliki kualifikasi akademik yang mumpuni. Skema transfer tunjangan sertifikasi setiap bulan diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi guru sehingga mereka dapat fokus pada proses belajar mengajar.
Digitalisasi Sekolah dan Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah juga menggenjot pembangunan sarana fisik yang nyaman di lingkungan sekolah. Salah satu terobosan besar adalah penyediaan Papan Interaktif Digital (PID) di lebih dari 288.000 satuan pendidikan untuk mendukung ekosistem belajar modern yang lebih interaktif bagi siswa.
Di Bangli, konsep sekolah Aman, Sehat, Risiko, dan Indah (ASRI) mulai diperkuat agar sekolah menjadi rumah kedua bagi murid. Program ini berjalan beriringan dengan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).
Peningkatan kualitas capaian pendidikan juga difokuskan pada penguasaan Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM). Evaluasi mutu dilakukan secara berkala melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk memetakan standar pendidikan di daerah.
Akses Pendidikan bagi Siswa Disabilitas dan Kurang Mampu
Pemerintah Kabupaten Bangli berkomitmen memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang terkendala ekonomi maupun fisik. Layanan ini mencakup penguatan sekolah terbuka, sekolah satu atap, serta layanan pendidikan khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
"Mengacu pada sistem Among Ki Hajar Dewantara, inti dari pendidikan adalah memuliakan manusia melalui tiga pilar, yakni Asah (ilmu), Asih (kasih sayang), dan Asuh (pendampingan)," tegas Sedana Arta.
Keberhasilan seluruh program ini diklaim sangat bergantung pada formula 3M, yakni Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Bupati mengingatkan bahwa tanpa ketiga hal tersebut, kebijakan hanya akan menjadi formalitas angka tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
Upacara Hardiknas di Bangli ini ditutup dengan ajakan untuk memperkuat kolaborasi antara pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor dianggap menjadi kunci utama dalam mewujudkan transformasi pendidikan yang inklusif di Kabupaten Bangli.