Pencarian

Island Bazaar II Bali Targetkan 3.000 Pengunjung, Angkat UMKM Lokal

Sabtu, 02 Mei 2026 • 20:50:36 WIB
Island Bazaar II Bali Targetkan 3.000 Pengunjung, Angkat UMKM Lokal
Puluhan UMKM lokal meramaikan Island Bazaar II Bali di kawasan Knowledge District UID Bali Campus.

Denpasar — Kawasan Knowledge District di UID Bali Campus, Kura Kura Bali, Serangan berubah menjadi pasar senja yang ramai sejak Sabtu (2/5). Island Bazaar edisi kedua menghadirkan puluhan pelaku UMKM, kreator lokal, dan komunitas dengan beragam produk kuliner, kerajinan, serta aktivitas kreatif berlatar belakang budaya Bali. Penyelenggaraan dipimpin oleh manajemen Kura Kura Bali dengan fokus pada keberlanjutan ekonomi dan pelestarian warisan lokal.

Peningkatan signifikan terlihat dari jumlah tenant yang berkembang dari edisi pertama. Tahun lalu, acara menarik 48 tenant; kali ini jumlahnya mencapai 70 unit dari sektor food and beverage, workshop, dan retail. Head of Communications Department Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, menyatakan kepercayaan terhadap kesuksesan. "Gelaran yang pertama pengunjungnya 2.200-an, mudah-mudahan acara kedua ini bisa 3.000 pengunjung," katanya, Sabtu (2/5).

Indikator Positif dari Partisipasi Kembali Tenant

Kembalinya mayoritas tenant dari edisi pertama menjadi bukti performa penjualan yang menjanjikan. Zefri menjelaskan tidak ada target transaksi spesifik, melainkan optimasi penjualan tenant. "Kebetulan memang kita tidak menargetkan berapa transaksinya. Ya tentu saja sebanyak-banyaknya," ujarnya.

Pesatnya peningkatan jumlah penjual mencerminkan kepercayaan ekosistem bisnis lokal terhadap platform yang disediakan Kura Kura Bali. Banyak UMKM dari wilayah Serangan dan sekitarnya memanfaatkan Island Bazaar sebagai ruang promosi langsung kepada konsumen.

Tema "Bali Revival" Padukan Budaya dan Aktivitas Interaktif

Konsep acara lebih dari sekadar transaksi jual-beli. Island Bazaar mengemas pengalaman budaya melalui berbagai kegiatan interaktif: sesi foto busana adat Bali, workshop kreatif, dan pertunjukan Tari Kecak yang terbuka untuk partisipasi pengunjung. Pengunjung berpenampilan adat terbaik berkesempatan menyusuri kanal kawasan menggunakan jukung tradisional.

Head of Marketing & Marcomm Kura Kura Bali, Indra Febriansyah, mengungkapkan daftar hiburan yang dimeriahkan. "Jadi hari ini ada pertama kecak, kemudian nanti ada performance dari Serangan Community," katanya. Penampilan siswa sekolah internasional, kolaborasi musik, dan DJ yang tersebar di beberapa titik area menambah semarak suasana acara.

Komitmen Keberlanjutan Lingkungan dalam Setiap Detail

Panitia konsisten menerapkan prinsip ramah lingkungan dengan menghindari kemasan plastik sekali pakai. Kolaborasi dengan masyarakat setempat untuk mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai guna menunjukkan komitmen holistik terhadap sustainability.

Konsep acara dirancang inklusif dan ramah keluarga, bahkan memperbolehkan kehadiran hewan peliharaan (pet-friendly). Strategi ini memperluas jangkauan pengunjung dan memperkuat positioning Kura Kura Bali sebagai destinasi budaya yang accessible bagi semua kalangan.

Island Bazaar Sebagai Ekosistem Budaya dan Ekonomi

Zefri menekankan visi jangka panjang di balik penyelenggaraan berulang ini. "Di Kura Kura Bali, kami terus membangun ruang di mana budaya dan ekonomi tidak sekadar hidup berdampingan, tetapi tumbuh bersama," katanya.

Kegiatan ini berfungsi sebagai ruang temu kreatif yang memperkuat posisi Kura Kura Bali di Bali sebagai destinasi berbasis budaya, komunitas, dan inovasi. Dengan melibatkan UMKM lokal, khususnya dari Serangan, Island Bazaar turut berkontribusi pada ekonomi mikro dan preservasi praktik budaya tradisional di era modernisasi.

Bagikan
Sumber: nusabali.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks