Pencarian

Ekonomi Bali Tumbuh 5,58 Persen Meski Pariwisata Melambat

Rabu, 06 Mei 2026 • 14:25:04 WIB
Ekonomi Bali Tumbuh 5,58 Persen Meski Pariwisata Melambat
Pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,58 persen pada awal tahun 2026 meski sektor pariwisata melambat.

DENPASAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali melaporkan pertumbuhan ekonomi daerah tetap kuat pada awal tahun 2026. Meskipun angka ini sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,86 persen, realisasi 5,58 persen (yoy) ini dinilai masih tinggi dan sesuai dengan pola musiman (seasonal).

Sektor Administrasi dan Industri Jadi Motor Penggerak

Pertumbuhan ekonomi Bali pada periode ini didorong oleh hampir seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha (LU) Administrasi Pemerintah mencatatkan pertumbuhan tertinggi mencapai 16,67 persen (yoy), disusul oleh LU Industri Pengolahan yang tumbuh 8,93 persen (yoy).

Sektor pertanian juga menunjukkan penguatan dengan tumbuh sebesar 2,36 persen (yoy). Peningkatan kinerja pada subsektor perkebunan dan peternakan menjadi faktor utama yang mendongkrak performa sektor ini di tengah dinamika ekonomi global.

Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 4,87 persen (yoy). Capaian tersebut didukung oleh realisasi proyek strategis serta tingginya investasi, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di wilayah Bali.

Konsumsi Pemerintah Melonjak di Atas 20 Persen

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan paling signifikan, yakni sebesar 20,28 persen (yoy). Angka ini bersumber dari realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah yang dialokasikan ke Provinsi Bali.

Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turut berkontribusi dengan pertumbuhan 6,78 persen (yoy). Di sisi lain, konsumsi rumah tangga tetap terjaga pada angka 5,02 persen (yoy), yang dipicu oleh aktivitas belanja masyarakat selama momen HBKN Nyepi, Ramadan, dan Idulfitri.

Sektor akomodasi dan makan minum (Akmamin) masih tumbuh kuat sebesar 6,44 persen (yoy), meski mengalami perlambatan. Kondisi ini dipengaruhi oleh periode low season dan penghentian beberapa rute penerbangan akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak pada ekspor jasa atau kunjungan wisatawan.

Proyeksi Penguatan Ekonomi pada Triwulan II 2026

Bank Indonesia memprakirakan kinerja ekonomi Bali akan kembali meningkat pada Triwulan II 2026. Hal ini sejalan dengan masuknya periode high season pariwisata yang didominasi wisatawan asal India dan wisatawan nusantara saat libur sekolah.

Faktor lain yang diprediksi memperkuat ekonomi adalah masa panen raya padi dan hortikultura, serta peningkatan konsumsi rumah tangga menjelang HBKN Galungan–Kuningan. Keberlanjutan proyek strategis pemerintah dan infrastruktur pariwisata juga diprediksi menjaga stabilitas sektor konstruksi.

Bank Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung inovasi serta kebijakan strategis guna memastikan pertumbuhan ekonomi Bali tetap inklusif dan berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: dutabalinews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks