BALI — PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menetapkan dividen interim Rp500 miliar untuk tahun buku 2026, setara Rp52,49 per saham. Keputusan Direksi yang disetujui Dewan Komisaris pada 29 Oktober 2026 itu membuat dividen menyerap lebih dari separuh laba bersih perseroan semester I-2026 yang mencapai Rp1,58 triliun.
Dividen interim SSMS tercatat sebagai pembayaran yang relatif agresif. Dengan laba bersih diatribusikan kepada entitas induk Rp1,58 triliun hingga semester I-2026, porsi yang dibagikan ke pemegang saham melampaui 50% dari perolehan laba periode berjalan.
Dari sisi neraca, posisi keuangan perseroan masih menopang pembayaran tersebut. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp3,04 triliun, sementara total ekuitas tercatat Rp3,61 triliun.
Dividen akan mengalir ke rekening pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada recording date 12 November 2026. Pemegang saham yang membeli SSMS setelah tanggal tersebut tidak berhak atas pembayaran dividen interim ini.
Nominal Rp500 miliar setara sekitar 31,6% dari total ekuitas perseroan. Bagi investor yang menilai emiten dari sisi yield, besaran Rp52,49 per saham menjadi acuan awal sebelum dividen final tahun buku ditetapkan.
SSMS bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, industri yang arus kasnya sensitif terhadap harga CPO dan biaya produksi. Pembagian dividen interim umumnya mencerminkan keyakinan manajemen atas ketersediaan kas operasional hingga akhir tahun.
Pembayaran dividen interim tidak menghapus kemungkinan dividen final di akhir tahun buku, bergantung pada kinerja kuartal III dan IV 2026 serta keputusan RUPS Tahunan. Pemegang saham perlu memantau rilis laporan keuangan berikutnya untuk menilai apakah arus kas perseroan tetap kuat setelah pencairan Rp500 miliar.