BALI — ESPN menyiapkan serial dokumenter lima episode berjudul The Big Leagues yang mengisahkan pembentukan Premier Lacrosse League (PLL), liga lacrosse profesional yang didirikan para pemainnya sendiri. Proyek ini melibatkan produser nominasi Oscar Matthew Heineman dan berpusat pada kakak-beradik Mike dan Paul Rabil, pendiri PLL. Paul Rabil, mantan pemain terbaik lacrosse, menjalani debut penyutradaraan lewat serial ini.
Produksi The Big Leagues tengah berjalan, sementara tanggal tayang perdana dan rencana distribusinya masih dalam tahap finalisasi. Serial ini diproduksi ESPN Originals bersama Our Time Projects dan Two Point Productions, dengan Heineman sebagai produser eksekutif dan Gene Gallerano sebagai showrunner.
The Big Leagues tidak hanya merekam proses pembentukan liga, tetapi juga menelusuri upaya kedua bersaudara menjadikan lacrosse sebagai olahraga arus utama. Paul Rabil meninggalkan karier bermainnya untuk bergabung dengan Mike, seorang pengusaha serial, menghadapi berbagai tantangan finansial, operasional, dan kultural dalam membesarkan liga baru.
Hubungan kakak-beradik itu pun diuji, baik sebagai keluarga maupun mitra bisnis. Serial ini menjanjikan gambaran dari dalam soal keputusan, risiko, dan relasi yang membentuk sebuah liga muda dengan masa depan cerah namun tak pasti.
Proyek ini memperpanjang kerja sama erat antara PLL dan ESPN, setelah kesepakatan yang memberi Disney, induk ESPN, saham di PLL sekaligus hak media. Pertandingan final kejuaraan PLL sendiri telah tayang di ABC pada bulan lalu.
Peluncuran serial ini juga diselaraskan dengan persiapan menuju Olimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles. Lacrosse akan menjadi cabang resmi di ajang tersebut, sehingga momennya dinilai tepat untuk memperkenalkan olahraga ini ke audiens yang lebih luas.
"Yang membuat kami tertarik pada kisah ini adalah kesempatan mengajak penonton masuk ke sisi olahraga profesional yang jarang mereka lihat," ujar Lindsay Rovegno, VP & Executive Producer ESPN Originals.
Heineman menyebut serial ini sebagai "sebagian kisah American dream, sebagian kisah keluarga, sebagian kisah olahraga" yang menyentuh tema-tema universal dengan cakupan besar namun sangat personal.
"Ini kisah tentang mempertaruhkan sesuatu yang kamu yakini. Mike dan saya ingin memberi para pemain liga yang layak mereka dapatkan, dan kami belajar banyak dengan cara yang sulit," kata Paul Rabil.
Bagi penonton Indonesia, The Big Leagues menawarkan sudut pandang berbeda soal industri olahraga Amerika di luar basket dan American football, sekaligus memperlihatkan bagaimana liga kecil membangun fondasi sebelum cabangnya masuk panggung Olimpiade.