BALI — Harga emas 18 karat di pasar perhiasan Indonesia berada di Rp1.529.000 per gram, setara 70,9% dari harga emas 24 karat. Kadar ini populer untuk perhiasan modern karena lebih tahan gores dibanding kadar tinggi seperti 22K atau 24K. Posisinya tidak berubah dibandingkan data 30 September 2026.
Data yang dihimpun dari Laku Emas dan dimuat ulang Liputan6.com menunjukkan harga emas 18K bertahan di level Rp1.529.000 per gram. Angka ini merupakan estimasi nilai bahan emas, belum termasuk ongkos pembuatan dari toko yang besarnya berbeda tergantung model dan tingkat kerumitan perhiasan.
Kadar 18 karat memiliki kemurnian 75%. Sisanya, 25%, merupakan logam campuran yang membuat perhiasan lebih kuat dan tidak mudah tergores dibanding emas kadar tinggi.
Dalam perbandingan antarkadar, harga emas 18K per gram berada Rp87.000 lebih mahal dari 17K dan Rp86.000 lebih murah dari 19K. Selisih ini mencerminkan perbedaan kandungan emas murni di setiap kadar.
Untuk kadar 20K hingga 11K, data yang tersedia masih mengacu pada pencatatan terakhir 30 September 2026. Sementara harga 18K sendiri tidak mengalami pergerakan dibanding hari sebelumnya.
Perkembangan teknologi blockchain membuka jalur kepemilikan emas yang berbeda dari perhiasan atau batangan. Aset crypto berbasis emas seperti Pax Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT) memungkinkan investor memiliki klaim atas emas tanpa harus menyimpan bentuk fisiknya.
Bagi pelaku bisnis perhiasan, kadar 18K tetap menjadi pilihan utama untuk segmen perhiasan modern. Kombinasi kemurnian 75% dan campuran logam membuat produk lebih awet untuk pemakaian harian, meski harganya lebih rendah dari emas 24K.
Harga yang tercantum adalah nilai bahan emas. Ongkos pembuatan dari toko perhiasan bisa menambah biaya akhir secara signifikan, tergantung tingkat kerumitan desain dan model yang dipilih.
Investor yang mempertimbangkan emas sebagai instrumen diversifikasi perlu memperhitungkan selisih harga beli dan jual kembali. Kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang, dan aktivitas jual beli aset kripto maupun emas memiliki risiko serta volatilitas yang tinggi.