Debut Film Finn Szumlas "Stairway to Earth" Angkat Kisah Cinta Orang Tua, Syuting Perdana di Belanda

Penulis: Agus Hermawan  •  Jumat, 04 September 2026 | 15:48:31 WIB
Syuting perdana film drama "Stairway to Earth" resmi dimulai di Leiden, Belanda, dengan durasi produksi selama lima pekan.

BALI — Film drama "Stairway to Earth" mulai menjalani proses syuting yang berlangsung lima pekan di Leiden, Belanda. Proyek ini menjadi debut penyutradaraan film panjang bagi Finn Szumlas, yang juga menulis naskah bersama Olga Ponjee.

Kisah Nyata Orang Tua Sutradara yang Diadaptasi ke Zaman Modern

Szumlas mengungkapkan bahwa film ini berakar dari pengalaman pribadi. Kisah ini terinspirasi dari cara ayahnya yang berasal dari Polandia dan ibunya yang berkebangsaan Denmark bertemu hingga akhirnya membangun keluarga.

"'Stairway to Earth' adalah proyek yang sangat personal bagi saya, terinspirasi dari cara orang tua saya bertemu. Kami memindahkan ceritanya ke zaman kontemporer, dan saya sangat bersemangat syuting di jalan-jalan tempat saya dibesarkan," ujar Szumlas dalam pernyataan resminya.

Sinopsis "Stairway to Earth": Keputusan Besar dalam 24 Jam

Film ini mengikuti kisah Jan dan Luiza, dua orang asing yang bertemu setelah hubungan semalam di sebuah festival musik musim panas di Polandia. Momen impulsif itu tak pernah dimaksudkan untuk berlanjut.

Namun beberapa pekan kemudian, mereka dipertemukan kembali secara canggung di sebuah klinik di Belanda. Luiza telah membuat janji untuk mengakhiri kehamilan yang tidak direncanakannya.

Dengan waktu dua puluh empat jam sebelum prosedur dilakukan, mereka berjalan melewati jalan-jalan bersejarah Leiden saat perayaan tahunan Leidens Ontzet berlangsung. Kota yang dipenuhi musik dan perayaan menjadi latar dua pribadi dengan kehidupan sangat berbeda mulai membayangkan masa depan yang tak pernah mereka duga.

Luiza digambarkan sebagai profesional Polandia ambisius yang bersiap berangkat ke New York. Sementara Jan adalah tukang kebun Belanda yang menikmati hidup mengalir sehari demi sehari. Di antara keduanya terbentang satu hari yang bisa mengubah segalanya.

Kolaborasi Aktor Polandia-Belanda dan Sentuhan Sinematografi Super 16mm

Szumlas menunjuk Magdalena Kole?nik, yang dikenal lewat film "Sweat", untuk memerankan Luiza. Ia beradu peran dengan Kay Greidanus, aktor Belanda yang tampil dalam "Dit Zijn Wij", sebagai Jan.

"Begitu saya melihat Magdalena dan Kay bersama, saya tahu mereka memiliki keintiman, keberanian, dan chemistry yang saya cari. Saya yakin film ini akan berhasil," kata Szumlas. Ia menambahkan bahwa latar perayaan Leidens Ontzet akan menjadi karakter tersendiri dalam film, dengan pengambilan gambar menggunakan format Super 16mm untuk menangkap kemurnian suasana jalanan.

Di balik layar, Szumlas menggandeng tim produksi berpengalaman. Edwin Goldman dari Goldman Film dan Petra Goedings dari Phanta Film bertindak sebagai produser. Ewa Puszczy?ska turut menjadi ko-produser asal Polandia, membawa pengalamannya memproduksi film-film peraih penghargaan seperti "Cold War", "Ida", dan "The Zone of Interest". Penyiar publik Belanda NTR juga terlibat sebagai mitra ko-produksi.

Dukungan Dana dan Target Rilis

Produksi "Stairway to Earth" didukung oleh Netherlands Film Fund, Polish Film Institute, NTR, CoBo, dan Creative Europe MEDIA. Hingga saat ini, jadwal rilis resmi film tersebut belum diumumkan ke publik.

Proyek ini menjadi penanda kebangkitan kolaborasi sinema Eropa yang mengangkat kisah personal dengan daya tarik universal tentang pilihan dan kebetulan dalam hidup manusia.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top