BALI — Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyatakan pembagian dividen interim mempertimbangkan jumlah saham yang beredar di pasar. "Pembagian dividen interim diberikan sebesar Rp 66 atau senilai kisaran Rp 6,16 triliun sesuai dengan jumlah saham beredar Perseroan sejumlah 93.333.333.332 lembar saham," ungkapnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/9/2026).
Dividen interim merupakan pembagian keuntungan yang dilakukan di tengah tahun berjalan, sebelum rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) digelar. Kebijakan ini lazim dipakai emiten perbankan pelat merah untuk memberikan kepastian arus kas kepada investor di sela-sela periode pelaporan keuangan.
Setoran ini berbeda dengan dividen final yang biasanya ditetapkan saat RUPST tahun berikutnya. Dengan adanya pembagian di bulan September, pemegang saham bisa menikmati dua kali payout dalam satu tahun buku selama kinerja emiten tetap solid.
Manajemen BMRI akan mengumumkan jadwal pelaksanaan dividen interim sesuai Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00077/01-2021. Regulasi tersebut mengatur tata cara pembagian dividen saham, saham bonus, dan dividen interim di papan bursa.
Umumnya, tahapan yang bakal diumumkan meliputi cum date, ex date, recording date, hingga tanggal pembayaran. Investor yang memegang saham BMRI pada tanggal pencatatan (recording date) berhak menerima dividen.
Manajemen menegaskan aksi korporasi ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan. "Pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 kepada para pemegang saham Perseroan ini tidak memberikan dampak secara material," pungkas Adhika.
Proyeksi dividend yield BMRI dari pembagian ini berada di kisaran 1,48% bila dihitung dari harga terakhir. Posisi tersebut belum termasuk potensi dividen final yang umumnya dibagikan pada kuartal pertama tahun berikutnya.
Pada perdagangan Jumat (5/9/2026), saham BMRI ditutup melemah tipis 0,22% ke level Rp 4.450 per saham. Meski terkoreksi harian, dalam lima hari terakhir saham bank berlogo pita ini masih mencatat penguatan 4,71%.
Dengan kapitalisasi pasar yang besar dan porsi kepemilikan negara di atas 52%, kebijakan dividen BMRI selalu menjadi perhatian investor institusi, termasuk dana pensiun dan asuransi yang mengincar arus kas stabil dari sektor perbankan. Dividen interim ini juga menjadi sinyal positif likuiditas modal perseroan di tengah ekspansi kredit yang tengah berjalan.