TABANAN — Sejumlah persoalan dan pengembangan potensi desa menjadi fokus dalam program Bungan Desa ke-64 yang digelar di Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam kunjungannya, Selasa (1/9), meninjau langsung sektor pertanian hingga objek wisata pantai yang selama ini menjadi andalan.
Desa yang terletak di kawasan nyegara gunung ini memiliki luasan sekitar 1.600 hektare dengan jumlah penduduk 3.892 jiwa. Wilayahnya terbagi menjadi 11 dusun, enam desa adat, dan 11 banjar adat. Beragam mata pencaharian masyarakat tumbuh di sini, mulai dari pertanian, perkebunan, nelayan, hingga pariwisata.
Salah satu titik yang dikunjungi Sanjaya adalah Kelompok Tani Hutan Merta Sari Urip di Banjar Dinas Yeh Bakung. Di lokasi ini, orang nomor satu di Tabanan itu berdialog sekaligus melihat proses panen madu lebah klanceng yang dikembangkan kelompok tersebut.
Menurut Sanjaya, produksi madu bukan perkara mudah. Faktor cuaca, kondisi lingkungan, dan ketersediaan sumber makanan bagi lebah menjadi tantangan utama yang kerap dihadapi para peternak.
"Untuk menghasilkan satu botol madu tantangannya luar biasa. Pemerintah daerah akan terus mendukung dan melihat kemungkinan pengembangan bibit bunga sebagai sumber makanan lebah," ujarnya.
Pihaknya meminta BRIDA dan Dinas Pertanian setempat untuk melakukan pendampingan serta riset. Langkah ini dinilai penting agar produksi madu bisa menjadi produk unggulan desa yang terintegrasi dengan pengembangan kampung buah.
Usai meninjau sektor pertanian, rombongan bergerak menuju Pantai Pengasahan. Di sana, Sanjaya berdialog dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Arkananta Parahita mengenai pengembangan wisata pantai yang selama ini dikenal sebagai lokasi surfing.
Potensi ombak di pantai ini dinilai mampu menarik minat wisatawan mancanegara. Sanjaya pun meminta potensi surfing tersebut terus dikembangkan, terlebih adanya event surfing internasional yang rutin digelar setiap November.
"Potensi surfing ini harus kita jaga dan kembangkan. Keamanan, kenyamanan dan keramahan masyarakat menjadi kunci agar pariwisata berkembang tanpa menghilangkan karakter desa," katanya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tatap muka bersama warga di Balai Serbaguna Mahajana Mandala. Dalam kesempatan itu, Pemkab Tabanan menyerahkan empat paket bantuan kepada keluarga yang memiliki anak stunting.
Beragam layanan publik juga turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari layanan kesehatan, Posyandu, pembagian kacamata gratis, hingga administrasi kependudukan dan perizinan. Tersedia pula layanan pembayaran pajak dan retribusi secara elektronik serta pendampingan bagi pelaku usaha dan UMKM.
Sanjaya menjelaskan program Bungan Desa merupakan upaya nyata pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan membawa perangkat daerah langsung ke desa, warga tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke pusat pemerintahan hanya untuk mengurus administrasi.
Perbekel Lalanglinggah I Nyoman Arnawa menyambut baik kehadiran Bupati beserta jajaran. Ia menegaskan kesiapan warganya untuk bergandengan tangan dengan pemerintah dalam mengembangkan potensi desa.
"Kami siap bergandengan tangan bersama pemerintah. Kami siap menjaga komitmen untuk menjadikan Lalanglinggah sebagai surganya surfing dan pariwisata," ujar Arnawa.
Dalam kunjungan ini, Sanjaya juga meninjau langsung kondisi Gapura Perbatasan Kabupaten Tabanan dan Jembrana yang berada di wilayah Selabih. Ia mengingatkan warga agar terus menjaga lingkungan dengan mengelola sampah dari sumber, di mana sampah organik bisa dimanfaatkan untuk pertanian dan sampah plastik ditangani melalui TPS3R.