BADUNG — Gubernur Bali Wayan Koster memastikan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap kebutuhan lahan untuk operasional kantor imigrasi di Pulau Dewata. Langkah ini menyusul lonjakan kunjungan wisatawan asing yang mencapai 7.050.000 orang melalui jalur udara sepanjang 2025, belum termasuk penumpang kapal pesiar.
"Apa-apa yang dibutuhkan kami akan dukung. Kemarin juga diajukan di Klungkung dan Tabanan lahan untuk kantor imigrasi, kami sudah dukung," kata Koster di sela peresmian Immigration Lounge di Discovery Mall Kuta, Kabupaten Badung, Kamis.
Kantor Imigrasi Klungkung dan Tabanan merupakan dua unit kerja baru yang resmi dibuka pada April 2026. Gedung Kantor Imigrasi Tabanan berlokasi di belakang Kantor Bupati Tabanan, tepatnya di Jalan Arjuna 2, Delod Peken, Kecamatan Tabanan. Sementara Kantor Imigrasi Klungkung berada di Jalan Semarapura, Kecamatan Klungkung.
Kedua kantor berstatus kelas III non-tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) itu melengkapi tiga kantor yang telah berdiri sebelumnya, yakni Kantor Imigrasi Denpasar, Ngurah Rai, dan Singapura di Singaraja. Kehadiran kantor baru ini diharapkan memperpendek jarak layanan bagi warga asing dan WNI yang membutuhkan dokumen keimigrasian.
Selain dua kabupaten tersebut, Koster juga menyiapkan opsi lahan untuk mendukung operasional Kantor Imigrasi TPI Kelas I Ngurah Rai yang memerlukan perluasan fasilitas. Gubernur menawarkan penggunaan bangunan fisik yang telah berdiri di kawasan Hutan Mangrove Ngurah Rai, yang dinilai layak dan siap huni.
"Kami punya lahan di wilayah hutan mangrove. Kantor yang sangat layak, tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai. Kalau itu mau dipakai, tidak perlu bangun kantor baru, langsung dipakai," ucap Koster. Lokasi tersebut dinilai strategis karena berdekatan dengan bandara internasional yang menjadi gerbang utama masuknya turis asing ke Bali.
Pemprov Bali mengapresiasi inovasi layanan jemput bola yang dibuka di pusat perbelanjaan Kuta, Kabupaten Badung. Kawasan ini menjadi konsentrasi utama wisatawan asing, dengan lebih dari 70 persen turis mancanegara beraktivitas di Badung.
"Orang asing banyak berkerumun di Kabupaten Badung, karena lebih dari 70 persen wisatawan asing itu di Badung. Penerimaan pajak hotel dan restoran sebesar 74 persen ada di Badung, sehingga memang Badung mendapat prioritas layanan keimigrasian," pungkasnya.
Permohonan layanan dokumen keimigrasian bagi WNI yang hendak bepergian ke luar negeri juga meningkat tajam. Optimalisasi gedung layanan menjadi kebutuhan mendesak untuk mengimbangi tingginya permintaan tersebut.