Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengapresiasi kerja para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dinilai berperan besar menekan angka tengkes (stunting) di kabupaten tersebut hingga masuk dua terbaik nasional. Apresiasi ini disampaikan di Gianyar, Bali, Jumat, di tengah peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54.
GIANYAR — Prevalensi balita terindikasi stunting di Kabupaten Gianyar tercatat 3,8 persen pada 2025, atau 991 balita dari total 25.896 balita yang menjalani pemeriksaan kesehatan. Capaian ini berlanjut dari tren penurunan sebelumnya, di mana angka stunting Gianyar tercatat 5,4 persen pada 2024 dan 6,3 persen pada 2022 berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Bupati Gianyar I Made Mahayastra menegaskan keberhasilan ini tidak lepas dari dedikasi para kader PKK di lapangan. Menurutnya, kerja pendampingan dan edukasi yang dilakukan kader PKK berjalan maksimal dan tulus.
"Stunting berturut-turut menjadi dua terbaik nasional. Ini tidak lepas dari kerja PKK. Kami bekerja maksimal, tulus dan tidak mengenal lelah," kata Mahayastra di Gianyar, Bali, Jumat.
Mahayastra menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kader PKK, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga banjar. Ia menilai peran PKK sangat penting karena banyak program yang dijalankan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
"PKK ini tidak digaji, tetapi semangat dan kerja kerasnya mengalahkan yang bergaji," imbuhnya.
Menurut Mahayastra, kontribusi PKK dalam proses kemajuan Gianyar terbilang besar. Beragam program pembangunan yang manfaatnya dirasakan warga hingga tingkat desa tidak terlepas dari keterlibatan para kader.
Ketua Tim Penggerak PKK Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra menyebut peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 menjadi momentum refleksi dan evaluasi atas program yang telah dijalankan. Ia mengajak para kader memperkuat kebersamaan untuk mendorong sepuluh program pokok PKK agar selaras dengan program pemerintah pusat, Asta Cita.
"Mari kuatkan 10 Program Pokok PKK, selaraskan dengan Asta Cita melalui kerja nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kader PKK boleh berganti, zaman boleh berubah, tantangan boleh semakin besar, tetapi semangat pengabdian tidak boleh berhenti," kata Surya Adnyani yang juga menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gianyar.
Di tingkat provinsi, Bali tercatat sebagai daerah dengan angka prevalensi balita stunting terendah di Indonesia, yakni 8,7 persen berdasarkan hasil SSGI 2024 dari Kementerian Kesehatan RI. Sementara itu, posisi pertama penurunan angka stunting nasional diraih Kabupaten Klungkung, Bali, dengan realisasi 5,2 persen.