Pasar HP Asia Tenggara Anjlok 15% di Q2 2026, Samsung Justru Tumbang 6%

Penulis: Candra Setiabudi  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:03:31 WIB
Pengunjung mengamati pameran ponsel di sebuah pusat perbelanjaan di Bali, Selasa (14/7/2026).

BALI — Laporan terbaru Counterpoint Research mengonfirmasi pasar smartphone Asia Tenggara sedang tidak baik-baik saja. Penurunan 15% secara tahunan di Q2 2026 menjadi yang terparah sejak kuartal I 2023, saat pasar sempat terkontraksi 13%.

Kenaikan biaya komponen, terutama memori, menjadi biang kerok utama. Kondisi ini diperparah lemahnya belanja konsumen dan pergeseran pembelian dari musim perayaan ke kuartal pertama.

Samsung Satu-satunya yang Tumbuh di Tengah Badai

Samsung tampil sebagai pemenang mutlak. Pangsa pasarnya melonjak dari 19% menjadi 24% dalam setahun, dengan pertumbuhan pengiriman 6% ketika pasar secara keseluruhan merosot tajam.

Counterpoint menilai performa ini ditopang ketersediaan produk yang lebih baik, kenaikan harga yang relatif terbatas, promosi pertengahan tahun, serta permintaan flagship yang tetap kuat.

Senior Analyst Counterpoint Research Shilpi Jain mengatakan pelemahan kuartal ini merupakan kombinasi tekanan biaya dan permintaan yang melemah di seluruh kawasan.

"Perlambatan Q2 2026 mencerminkan kombinasi tekanan biaya dan melemahnya permintaan di seluruh Asia Tenggara. Pasar juga terdampak oleh waktu pembelian musim perayaan, yang menggeser sebagian permintaan ke kuartal pertama," kata Jain.

OPPO dan Xiaomi Tertekan, Apple Justru Kebal

Xiaomi masih bertahan di posisi kedua dengan pangsa 18%, tetapi pengirimannya turun 18% YoY. OPPO mengalami nasib lebih buruk—pangsa pasarnya jeblok dari 22% menjadi 17% dengan shipment anjlok 34%.

Transsion menguntit dengan pangsa 15% meski pengirimannya turun 12%. Apple, di posisi kelima, hanya turun 2% berkat perluasan kehadiran offline dan strategi yang lebih terlokalisasi.

Di luar lima besar, Honor mencatat pertumbuhan paling gila. Shipment-nya melesat 61% YoY, didorong ekspansi retail agresif dan strategi portofolio produk.

HP Murah Paling Babak Belur, Segmen Premium Justru Meledak

Segmen entry-level menjadi korban terbesar. Pengiriman HP di bawah USD 150 anjlok 38% YoY, sementara segmen USD 250-499 turun 11%. Pemicunya jelas: OEM menaikkan harga dan mengurangi eksposur di kelas bawah.

Kebalikannya, segmen premium justru terbang. Shipment HP USD 500-699 melonjak 74%, dan perangkat di atas USD 700 tumbuh 18%. Pergeseran ini menegaskan pasar Asia Tenggara sedang merangkak naik ke kelas harga lebih tinggi.

"Segmen entry-level menjadi yang paling terpukul, dengan shipment di bawah USD 150 turun 38% YoY dan segmen USD 250-499 turun 11% karena OEM menaikkan harga dan mengurangi eksposur di kelas entry-level," jelas Jain.

Tekanan Belum Usai, Vendor Bakal Pilih-Pilih

Counterpoint memperkirakan tekanan masih berlanjut di semester II 2026. Kenaikan biaya komponen, terutama memori, masih membatasi fleksibilitas harga sementara konsumen makin hati-hati mengganti perangkat.

Akibatnya, vendor diprediksi lebih selektif. Fokus bergeser ke pengelolaan stok, segmen menengah hingga premium, dan profitabilitas—bukan sekadar mengejar volume penjualan. Buat kamu yang berencana ganti HP dalam waktu dekat, segmen mid-range hingga flagship kemungkinan bakal jadi medan perang harga paling sengit.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top