Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, menggaet sekitar 20 pelaku industri pariwisata Bali dalam kegiatan business matching untuk memperkuat jaringan pemasaran paket wisata. Langkah ini ditempuh untuk menggenjot kunjungan wisatawan ke destinasi bahari Wakatobi yang dikenal dengan keindahan bawah lautnya. Bupati Wakatobi Haliana menyatakan optimistis kerja sama ini mampu meningkatkan penjualan paket wisata secara efisien dan berkelanjutan.
KENDARI — Kabupaten Wakatobi di Sulawesi Tenggara membuka pintu selebar-lebarnya bagi pelaku industri pariwisata Bali. Lewat forum business matching, daerah yang dikenal sebagai surga diving ini mencoba menarik minat operator wisata dari Pulau Dewata untuk menjual paket liburan ke Wakatobi.
Bupati Wakatobi Haliana mengungkapkan, forum yang digelar baru-baru ini dihadiri sekitar 20 pelaku industri pariwisata Bali. Mereka terdiri dari dive operator, tour operator, hotel operator, hingga asosiasi pariwisata.
Respons positif datang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali. Mereka menyatakan dukungan penuh untuk memperluas promosi dan pemasaran paket wisata Wakatobi.
Bahkan, ASITA Bali berencana melakukan kunjungan kerja balasan dalam waktu dekat. Haliana menyebut sinergi ini disambut baik sebagai tindak lanjut kerja sama yang nyata.
Senada, DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Bali menilai Wakatobi punya daya tarik besar sebagai destinasi lanjutan atau beyond Bali. Segmen yang paling potensial adalah wisata bahari, penyelaman, ekowisata, dan budaya.
Dari sisi aksesibilitas, Manajemen TransNusa Bali turut memaparkan layanan penerbangan langsung rute Bali-Wakatobi-Bali. Kehadiran rute ini diharapkan memperkuat konektivitas dan mempermudah wisatawan mancanegara maupun domestik menjangkau Wakatobi.
Bali selama ini menjadi pintu gerbang utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Dengan adanya penerbangan langsung, Wakatobi bisa memanfaatkan arus kunjungan yang sudah padat di Bali.
Pertemuan tersebut juga diisi presentasi dari Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi. Materi yang dibawakan memaparkan potensi kawasan serta pengelolaan pariwisata berkelanjutan.
Hal ini penting untuk mempromosikan Wakatobi sebagai destinasi kelas dunia yang tetap menjaga kelestarian ekosistem laut. Keseimbangan antara pariwisata dan konservasi menjadi kunci agar keindahan bawah laut Wakatobi tetap terjaga.
Haliana menambahkan, melalui kerja sama pemasaran ini pihaknya optimistis dapat meningkatkan penjualan paket wisata daerah secara efisien. Ia berharap kegiatan business matching ini menghasilkan kerja sama bisnis yang nyata dan berkelanjutan.