Bandara Ngurah Rai Layani 13,2 Juta Penumpang hingga Juli 2026, Rute Internasional Mendominasi

Penulis: Candra Setiabudi  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:28:31 WIB
Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani 13,2 juta penumpang pada Januari–Juli 2026, dengan rute internasional mendominasi sebanyak 8,5 juta orang.

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mencatatkan pergerakan 13,2 juta penumpang sepanjang Januari hingga Juli 2026. Mayoritas berasal dari rute internasional yang mencapai 8,5 juta orang, sementara domestik menyumbang 4,7 juta penumpang. Angka ini menjadi indikator kuat pemulihan sektor pariwisata dan mobilitas udara di Pulau Dewata.

DENPASAR — Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, melayani sebanyak 13,2 juta pergerakan penumpang. General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati menyebutkan proporsi terbesar disumbang oleh rute internasional sebanyak 8,5 juta penumpang, sedangkan domestik mencapai 4,7 juta penumpang.

Lalu lintas penerbangan di bandara yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports tersebut mencapai 80 ribu pergerakan pesawat, terdiri atas 43 ribu penerbangan internasional dan 36 ribu penerbangan domestik.

Rute Singapura dan Kuala Lumpur Paling Padat

Nugroho mencatat rute penerbangan dari dan menuju Singapura menjadi yang terpadat dengan 1,5 juta orang, disusul Kuala Lumpur, Malaysia, dengan 903 ribu penumpang. Kota-kota di Australia juga mendominasi, yakni Perth 687 ribu penumpang, Melbourne 630 ribu penumpang, serta Sydney 494 ribu penumpang.

Secara keseluruhan, lalu lintas udara internasional di Bali dilayani oleh 44 maskapai nasional maupun asing yang terhubung ke 42 rute di 16 negara. "Australia menjadi negara penghubung terbanyak dengan total 12 rute penerbangan," ujarnya.

4 Juta Wisman Masuk Lewat Bali, Australia Terbanyak

Pintu masuk udara Bali ini menerima kedatangan empat juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga Juli 2026. Data Kantor Imigrasi Ngurah Rai mencatat wisatawan asal Australia mendominasi dengan angka 1 juta orang atau menyumbang 25 persen dari total kunjungan.

Kontribusi terbesar berikutnya datang dari China dengan 358 ribu orang, India 327 ribu orang, Korea Selatan 174 ribu orang, dan Britania Raya 172 ribu orang.

Jakarta-Surabaya Jadi Primadona Rute Domestik

Untuk penerbangan domestik, rute Cengkareng Jakarta menjadi yang tersibuk dengan 2,1 juta penumpang. Disusul Surabaya 738 ribu penumpang, Labuan Bajo 309 ribu penumpang, Makassar 258 ribu penumpang, dan Lombok Praya 253 ribu penumpang. Terdapat 24 rute domestik yang dioperasikan oleh 11 maskapai.

"Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga menjalankan peranan sebagai bandara hub, yakni menjadi penghubung penumpang mancanegara dan domestik ke berbagai destinasi di sekitarnya, termasuk di dalamnya destinasi tujuan wisata seperti Labuan Bajo dan Lombok," kata Nugroho.

Kargo Internasional Capai 50 Ribu Ton

Aktivitas pengangkutan logistik melalui Bandara Bali mencatatkan volume 67 ribu ton kargo, yang terbagi atas 50 ribu ton kargo internasional dan 17 ribu ton domestik. Nugroho menyampaikan capaian penerbangan selama periode Januari hingga Juli 2026 menjadi pijakan pengelola untuk mempertahankan kelancaran operasional bandara.

"Catatan positif trafik periode ini menjadi momentum bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa bandara, serta untuk memastikan standar keamanan dan keselamatan penerbangan," tuturnya.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: bali.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top