Saham FILM Terpangkas 91,20 Persen Sepanjang 2026, Laba Berbalik Positif di Semester I

Penulis: Darmawan Putra  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:47:01 WIB
Harga saham FILM terpangkas 91,20 persen sepanjang 2026, meski laba berbalik positif di semester I.

BALI — Laba per saham dasar emiten media itu menjadi Rp0,98, membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang minus Rp4,19. Perubahan laba ini terjadi di tengah pendapatan perseroan yang justru turun tipis 5,27 persen menjadi Rp288,38 miliar dari sebelumnya Rp304,44 miliar.

Efisiensi Beban Usaha Menopang Kinerja

Meski pendapatan menyusut, posisi laba kotor ikut terkoreksi menjadi Rp150,59 miliar dari Rp167,95 miliar. Namun, efisiensi di lini operasional menjadi pendorong utama perbaikan kinerja. Beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp134,26 miliar dari sebelumnya Rp170,26 miliar.

Alhasil, laba usaha melesat 810 persen menjadi Rp16,33 miliar, berbalik dari posisi tekor Rp2,3 miliar pada semester I tahun lalu. Dari sisi lain-lain, penghasilan tercatat Rp8,25 miliar, sementara beban lain-lain menyusut signifikan menjadi Rp5,54 miliar dari Rp47,37 miliar.

Ekuitas Solid, Defisit Menyempit

Secara fundamental, total ekuitas perseroan stabil di angka Rp3,18 triliun. Defisit yang membebani neraca juga berkurang menjadi Rp39,7 miliar dari posisi akhir tahun sebelumnya yang mencapai Rp50,45 miliar. Jumlah liabilitas tercatat Rp588,5 miliar, sedikit membengkak dari Rp561,98 miliar pada akhir tahun lalu.

Di sisi aset, perseroan mencatatkan total Rp3,77 triliun, menanjak dari posisi akhir tahun lalu Rp3,74 triliun. Dengan kapitalisasi pasar yang tersisa Rp11,81 triliun, valuasi saham FILM dinilai relatif murah meski pergerakannya volatil.

Harga Saham Terjun Bebas dari Level Tertinggi

Kinerja keuangan yang membaik tak sejalan dengan pergerakan harga saham di bursa. Pada perdagangan terakhir, saham FILM sempat menguat 9,6 persen ke level Rp1.085 per eksemplar. Namun, secara year-to-date, posisi tersebut masih terpangkas 11.240 poin dari level pembukaan 2 Januari 2026 di Rp12.325.

Sepanjang tahun berjalan, saham emiten produksi film ini sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp14.750 per helai. Adapun titik terendahnya berada di posisi Rp915. Tekanan jual yang masif terjadi setelah aksi spekulasi harga tinggi di awal tahun, membuat valuasi perseroan kini berada di level yang jauh lebih rendah.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: emitennews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top