BALI — Mercedes-Benz resmi mengumumkan detail generasi terbaru GLA-Class yang akan masuk pasar sebagai model 2028. Berbeda dari pendahulunya, kali ini jenjang varian dibalik: GLA listrik murni menjadi ujung tombak, bukan hybrid atau bensin murni. Pengumuman ini sekaligus menegaskan strategi elektrifikasi entry-level Mercedes yang dimulai dari sedan CLA dan kini merambah ke saudara crossover-nya.
Untuk pasar global, Mercedes akan menghadirkan GLA250+ sebagai varian listrik penggerak roda belakang dengan satu motor elektrik. Satu level di atasnya, GLA350 hadir dengan dual-motor all-wheel drive yang diklaim mampu melesat dari 0-60 mph dalam 5,3 detik.
Meski angka tenaga resmi belum diumumkan, mengacu pada CLA yang sudah lebih dulu rilis, perkiraan tenaga GLA250+ berada di kisaran 268 hp dan GLA350 sekitar 349 hp. Keduanya menggendong baterai 85-kWh dan mendukung pengisian cepat hingga 320 kW berkat arsitektur 800-volt.
Bagi konsumen yang belum siap beralih penuh ke listrik, Mercedes tetap menyediakan opsi hybrid. Varian GLA220 hadir dengan penggerak roda depan, sementara GLA250 membawa all-wheel drive. Keduanya menggunakan mesin turbo 1.5-liter yang dipadukan dengan transmisi dual-clutch 8-percepatan, persis seperti saudaranya CLA hybrid.
Belum ada detail mengenai output tenaga maupun efisiensi bahan bakar untuk varian hybrid ini. Namun, platform MMA yang sama menjamin keduanya berbagi teknologi kelistrikan 48-volt untuk mendukung mode berkendara listrik jarak pendek.
Generasi baru GLA ini tumbuh signifikan. Wheelbase memanjang 2,4 inci dan total panjang bodi bertambah 6 inci dibandingkan model saat ini. Namun, tinggi mobil justru berkurang 0,8 inci, memberikan profil yang lebih ramping. Di bagian depan, headlight mengadopsi elemen pencahayaan berbentuk bintang khas Mercedes terbaru, dan gril yang diperbesar—dengan desain berbeda tiap varian—bisa menyala.
Untuk varian listrik, terdapat frunk (bagasi depan) yang sedikit lebih besar dari punya CLA. Interior didominasi oleh layar digital penuh di dasbor yang menjulang tegak. Layar opsional Superscreen menambahkan panel 14,0 inci untuk penumpang di samping layar sentuh tengah 14,0 inci dan layar pengemudi 10,3 inci. Sistem MBUX kini diperkuat asisten virtual yang mengintegrasikan Google Gemini dan ChatGPT.
Atap kaca panoramic menjadi standar, dan opsi Sky Control memungkinkan pengguna mengatur transparansi atap secara sektoral. Lebih menarik lagi, atap ini dihiasi 172 titik LED membentuk konstelasi bintang yang menyala di malam hari.
Mercedes akan memulai penjualan GLA listrik di Eropa pada musim panas tahun ini, disusul varian hybrid beberapa bulan kemudian. Untuk konsumen Amerika Serikat, mobil ini baru akan tiba di dealer pada paruh kedua tahun 2027. Mercedes Indonesia belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana impor atau perakitan lokal model ini. Namun, melihat tren elektrifikasi global, bukan tidak mungkin GLA listrik akan menjadi salah satu model yang dipertimbangkan untuk pasar Tanah Air.