BALI — Sejumlah emiten tercatat membagikan dividen besar dari laba tahun buku 2025. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin dengan nilai dividen Rp44,47 triliun atau Rp376,96 per saham, setara rasio pembayaran 79%. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan Rp41,3 triliun atau Rp336 per saham, sementara PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengalokasikan Rp21,99 triliun dengan payout ratio 123,5%—melebihi laba bersih karena memanfaatkan saldo laba ditahan.
Di sektor sumber daya alam, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membagikan dividen Rp8,05 triliun atau Rp263,4 per saham dengan payout ratio hampir 100%. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyalurkan Rp5,05 triliun atau Rp209,99 per saham, sedangkan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menetapkan dividen Rp114,51 per saham dengan total Rp1,32 triliun.
Nafan menilai investor perlu memilih emiten yang tidak hanya menawarkan dividend yield tinggi, tetapi juga potensi kenaikan harga saham. "BBRI masih menjadi pilihan utama karena fundamental kuat, profitabilitas tinggi, dan rekam jejak dividen yang konsisten," ujarnya. Jika pemulihan ekonomi berlanjut, saham bank pelat merah itu dinilai memiliki ruang apresiasi.
BMRI juga masuk rekomendasi karena mampu menjaga kualitas aset di tengah pertumbuhan laba tinggi. Prospek ekspansi kredit disebut masih menjadi penopang kinerja dan berpotensi mendukung pembagian dividen ke depan. Sementara BBCA, meski dividend yield lebih rendah dari bank besar lain, kualitas laba dan model bisnis defensifnya tetap menarik bagi investor jangka panjang.
Di luar perbankan, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dinilai menawarkan kombinasi dividend yield menarik dengan prospek pertumbuhan dari distribusi energi dan pengembangan kawasan industri JIIPE. TLKM masih jadi pilihan untuk pendapatan dividen stabil berkat bisnis telekomunikasi defensif dan arus kas kuat. Adapun PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) cocok sebagai saham defensif sektor kesehatan dengan fundamental sehat dan konsistensi pembagian dividen.
Beberapa emiten akan memasuki jadwal pembagian dividen pada akhir Juli hingga Agustus 2026. AKRA akan membagikan dividen interim Rp1 triliun atau Rp50 per saham. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 31 Juli 2026, ex dividen pada 3 Agustus 2026, dan pembayaran pada 14 Agustus 2026.
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) akan membagikan dividen tunai Rp2,08 triliun atau Rp25,6 per saham, setara 98% laba bersih tahun buku 2025. Sepanjang 2025, Mitratel membukukan pendapatan Rp9,53 triliun, EBITDA Rp7,83 triliun, dan laba bersih Rp2,12 triliun. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 31 Juli 2026.
Investasi mengandung risiko.