Waspada Hoaks Rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026, Kementan Tegaskan Informasi Itu Palsu

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 11:37:31 WIB
Kementerian Pertanian menegaskan kabar rekrutmen petugas sensus pertanian 2026 adalah hoaks.

BALI — Kabar soal pendaftaran petugas sensus pertanian untuk tahun 2026 mendadak ramai di grup WhatsApp dan platform media sosial. Namun, Kementerian Pertanian langsung bereaksi dan memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Kementan: Bukan dari Kami, Jangan Percaya

Dalam pernyataan resminya, Kementan menyebutkan bahwa segala bentuk pengumuman rekrutmen yang mengatasnamakan institusinya hanya akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi. "Informasi yang beredar mengenai rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 adalah hoaks dan tidak berasal dari Kementan," tegas pernyataan tersebut.

Masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi sebelum menindaklanjuti ajakan pendaftaran yang mencurigakan. Kementan mengkhawatirkan adanya oknum yang memanfaatkan momen ini untuk meminta data pribadi atau bahkan sejumlah uang kepada para pencari kerja.

Modus Penipuan Mengatasnamakan Instansi Pemerintah

Fenomena hoaks rekrutmen seperti ini bukanlah hal baru di Indonesia. Pelaku biasanya menyebarkan tautan palsu atau formulir pendaftaran yang tampak resmi untuk menjaring calon korban. Kementan mengingatkan agar publik tidak memberikan data sensitif seperti nomor induk kependudukan atau informasi perbankan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Langkah antisipasi yang paling mudah adalah dengan mengecek langsung ke situs resmi kementerian atau menghubungi call center yang tertera. Jika menemukan informasi serupa, sebaiknya segera laporkan ke pihak berwenang agar penyebarannya bisa dihentikan.

Hingga berita ini diturunkan, Kementan belum merilis jadwal resmi terkait sensus pertanian maupun kebutuhan tenaga petugas sensus untuk tahun 2026. Masyarakat diimbau untuk bersabar dan hanya merujuk pada pengumuman dari sumber terpercaya.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top