BALI — BMKG mencatat gempa terjadi pukul 10.27 WIB dengan episenter di darat, tepatnya 42 kilometer tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 kilometer. "Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,7," tulis BMKG dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Dengan lokasi dan kedalaman yang dangkal, BMKG mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," demikian pernyataan resmi BMKG.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), dampak terkuat dirasakan di Kota Palu dengan skala intensitas VI-VII MMI. Pada skala ini, getaran dapat menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan yang konstruksinya kurang kokoh.
Guncangan skala V-VI MMI terasa di Kabupaten Sigi. Sementara itu, wilayah Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, dan Pasang Kayu melaporkan guncangan skala III MMI. Getaran lebih lemah dengan skala II-III MMI turut dirasakan warga di Pinrang, Pare-Pare, Pohuwatu, Boalemo, Gorontalo Utara, Gorontalo, dan Luwu Utara.
Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, lembaga tersebut mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang berkekuatan lebih kecil.
"Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," demikian pernyataan BMKG.