DENPASAR — Pergerakan kurs dolar AS di BNI pada perdagangan Rabu (11/6/2026) menunjukkan variasi harga antar jenis layanan transaksi. Nasabah yang hendak menukar valuta asing perlu mencermati selisih kurs pada masing-masing produk agar tidak salah memilih.
Berdasarkan data yang dirilis BNI, kurs jual dolar AS untuk produk e-Rate tercatat di level Rp16.250 per dolar. Sementara itu, kurs beli untuk produk yang sama berada di angka Rp16.100 per dolar.
Untuk transaksi fisik melalui Bank Notes, harga jual dolar AS dipatok lebih tinggi, yakni Rp16.350 per dolar. Adapun kurs beli Bank Notes tercatat sebesar Rp16.050 per dolar. Selisih ini lazim terjadi karena biaya penanganan uang kartal.
Sementara itu, untuk transaksi TT (Telegraphic Transfer) atau transfer valas, BNI memasang kurs jual di Rp16.300 per dolar dan kurs beli di Rp16.050 per dolar. Produk TT biasanya digunakan untuk transaksi non-tunai antar bank.
Perbedaan nilai tukar antar produk ini wajar terjadi di perbankan. Setiap jenis transaksi memiliki biaya operasional dan risiko yang berbeda. e-Rate, misalnya, berlaku untuk transaksi elektronik dengan nominal tertentu dan biasanya memiliki spread lebih kecil.
Sebaliknya, Bank Notes atau penukaran uang kertas asing langsung di teller memiliki spread lebih lebar karena bank harus menanggung biaya logistik dan penyimpanan fisik mata uang asing. Nasabah disarankan membandingkan ketiga produk ini sebelum melakukan transaksi.
Bagi warga Bali yang berencana bepergian ke luar negeri atau bertransaksi dalam dolar AS, memilih produk Bank Notes bisa menjadi opsi jika membutuhkan uang tunai. Namun, jika tujuannya pembayaran tagihan atau transfer ke luar negeri, TT atau e-Rate bisa lebih menguntungkan karena selisih kursnya lebih kecil.
Perlu diingat, kurs yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar. Nasabah disarankan mengecek aplikasi BNI Mobile Banking atau mendatangi kantor cabang terdekat untuk mendapatkan informasi kurs real-time sebelum menukarkan uang.