BALI — Keperadaan McKenna dikonfirmasi Ipswich Town melalui pernyataan resmi, Senin (16/6) waktu setempat. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat ia baru saja mengantarkan The Tractor Boys finis sebagai runner-up Championship pada Mei lalu dan memastikan tiket ke kasta tertinggi sepak bola Inggris musim 2026-27.
McKenna mengambil alih Ipswich pada Desember 2021 saat tim masih terpuruk di League One. Dalam waktu kurang dari lima musim, ia mencatatkan tiga kali promosi — dua di antaranya membawa klub kembali ke Premier League setelah 22 tahun absen.
Dari 222 pertandingan yang ia pimpin, McKenna memetik 105 kemenangan. Prestasi ini membuatnya dinobatkan sebagai Manajer Terbaik versi League Managers Association pada 2024, mengalahkan Pep Guardiola (Manchester City) dan Mikel Arteta (Arsenal).
McKenna sempat dikaitkan dengan kursi manajer Fulham setelah Marco Silva hengkang. Namun, ia menegaskan keputusannya murni karena kebutuhan pribadi.
"Saya merasa ini waktu yang tepat untuk mundur. Saya melakukannya dengan rasa bangga atas kemajuan luar biasa yang kami capai, dan dengan harapan besar untuk masa depan klub," ujar McKenna dalam pernyataan resmi.
"Setelah memberikan segalanya untuk peran ini selama lima musim terakhir, saya menantikan istirahat dari manajemen dan meluangkan waktu untuk keluarga yang selalu mendukung saya."
McKenna lahir di London dan besar di Irlandia Utara. Ia meninggalkan posisi asisten pelatih di Manchester United untuk menerima tantangan di Ipswich. Kontraknya masih tersisa dua tahun setelah meneken perpanjangan empat musim pada 2024.
Ketua klub Mark Ashton memberikan penghormatan tinggi. "Mencapai tiga promosi dalam empat musim di pekerjaan manajerial pertamanya adalah pencapaian yang membuat Kieran kini dibicarakan setara dengan legenda klub ini," kata Ashton.
"Jejak yang ia, staf, dan para pemainnya tinggalkan di Ipswich Town dan komunitasnya akan abadi. Ini telah menangkap satu generasi."
Dengan kepergian McKenna, Ipswich harus bergerak cepat mencari pengganti sebelum memulai kampanye Premier League. Nama-nama seperti Liam Rosenior dan John Eustace disebut-sebut sebagai kandidat potensial, meski klub belum memberikan pernyataan resmi soal proses seleksi.