KARANGASEM — Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan komitmennya terhadap pelestarian budaya lokal melalui pembukaan Tenganan Pegringsingan Culture Festival (TPCF) V. Festival yang digelar selama tiga hari ini menjadi ajang promosi warisan leluhur sekaligus penggerak ekonomi kreatif di kawasan Bali Aga.
Dalam sambutannya, Pandu Prapanca Lagosa menyebut budaya tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu. Ia menekankan tradisi seperti Mekare-kare dan kain tenun Geringsing harus terus diwariskan ke generasi muda.
“Budaya yang tetap lestari akan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif,” ujar Pandu di hadapan peserta festival.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem, Putu Eddy Surya Artha, menjelaskan festival ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Desa Adat Tenganan Pegringsingan, komunitas seni, akademisi, dan pelaku usaha lokal. Ia merancang festival sebagai wadah edukasi budaya dan promosi produk lokal.
“Kami ingin festival ini menjadi agenda budaya yang ditunggu setiap tahun. Dengan kekayaan tradisi Tenganan, kami optimistis festival ini akan semakin dikenal dan menjadi magnet kunjungan wisatawan,” tambah Eddy.
Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung dapat menyaksikan berbagai kegiatan budaya dan edukatif. Beberapa di antaranya adalah tradisi Daha Mayunan, Geret Pandan (Mekare-kare), workshop pengenalan motif dan filosofi kain Geringsing, serta pameran arsitektur tradisional Tenganan oleh Universitas Warmadewa.
Tak hanya itu, festival juga menghadirkan pameran produk UMKM dan desa wisata, lomba seni budaya, serta pertunjukan seni yang melibatkan masyarakat setempat. Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap penyelenggaraan ini mampu memperkuat posisi Karangasem sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Bali.
Pandu menambahkan, pelestarian budaya memiliki peran penting dalam memperkuat sektor pariwisata daerah. Ketika budaya tetap lestari, pariwisata akan tumbuh dengan karakter yang kuat. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Pemerintah daerah optimistis TPCF V dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus menjaga sakralitas warisan leluhur di Desa Tenganan Pegringsingan.