Pemkab Badung Gelontorkan Rp 49,9 Miliar untuk 4.450 Penerima Beasiswa Nak Badung 2026, Termasuk Bantuan Laptop

Penulis: Candra Setiabudi  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 09:08:01 WIB
Pemkab Badung mengalokasikan Rp 49,9 miliar untuk Beasiswa Nak Badung 2026 bagi 4.450 penerima.

BADUNGBupati Badung I Wayan Adi Arnawa memastikan Program Beasiswa Nak Badung dirancang untuk menjangkau anak-anak yang selama ini terhambat melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi. "Kami ingin memastikan seluruh anak-anak Badung memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan, baik di jenjang SMA, SMK, maupun perguruan tinggi di Bali dan seluruh Indonesia," ujarnya dalam sambutan di acara peluncuran.

Empat Ribu Siswa dan 450 Mahasiswa Jadi Sasaran

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana merinci kuota tahun ini terdiri dari 4.000 penerima Beasiswa Motivasi untuk pelajar SMA/SMK/MA sederajat. Sisanya, 400 penerima Beasiswa Afirmasi bagi mahasiswa jenjang Sarjana (S1) dan Diploma IV (D4), serta 50 penerima Beasiswa Afirmasi Program Profesi.

Program ini menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung 2025–2029. Dwipayana menyebut beasiswa ini sebagai instrumen strategis untuk mencetak SDM unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Bantuan Tak Hanya Uang Kuliah, Ada Laptop hingga Paket Data

Pemkab Badung tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan. Penerima Beasiswa Afirmasi, khususnya mahasiswa baru, juga mendapat dukungan biaya kebutuhan belajar, transportasi, paket data internet, dan bantuan laptop. Total anggaran yang dialokasikan untuk seluruh komponen tersebut mencapai Rp 49,9 miliar pada tahun 2026.

Pendaftaran dilakukan secara digital melalui portal Beasiswa Nak Badung. Calon penerima dapat melakukan registrasi, mengunggah dokumen persyaratan, serta memantau tahapan seleksi secara daring dari rumah masing-masing.

Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Muda Badung

Pemkab Badung berharap program ini menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi muda berkualitas yang mampu menjadi penggerak pembangunan daerah. Dengan skema afirmasi dan motivasi, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi warga Badung yang putus sekolah hanya karena masalah biaya.

Reporter: Candra Setiabudi
Back to top