DENPASAR — Bali Jagadhita Investment Forum 2026 menjadi ajang promosi 22 proyek strategis kawasan Balinusra kepada puluhan investor dari berbagai negara. Proyek-proyek yang ditawarkan mencakup sektor infrastruktur, hilirisasi, pariwisata, perdagangan, hingga pengadaan kendaraan listrik.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, mengatakan forum ini merupakan bagian dari komitmen Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) untuk mendorong investasi berkualitas. Pendekatan kawasan Balinusra, menurut dia, dipilih untuk memperkuat konektivitas ekonomi regional dan menciptakan peluang investasi yang saling melengkapi.
Beberapa proyek unggulan yang dipromosikan antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, proyek penerangan jalan, dan pengadaan electric vehicle. Seluruh proyek merupakan hasil kurasi Bali Investment Challenge 2026 dan telah disusun dalam Katalog Investasi yang diserahkan kepada para duta besar serta delegasi asing.
Sejumlah duta besar hadir langsung dalam forum ini, termasuk Duta Besar Bulgaria, Bahrain, Kesultanan Oman, Armenia, Pakistan, dan Rumania, serta perwakilan konsulat dan atase perdagangan dari negara sahabat lainnya.
Kinerja investasi Bali menunjukkan penguatan di tengah ketidakpastian global. Realisasi investasi triwulan terakhir tumbuh 6,78 persen secara tahunan, naik dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,47 persen. Sepanjang 2025, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat Rp42,82 triliun dan menyerap lebih dari 68 ribu tenaga kerja.
Namun, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, Ketut Sukra Negara, mengakui masih ada tantangan besar. Sebanyak 88 persen realisasi investasi masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan, sementara 97 persen investasi didominasi sektor tersier. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan investasi yang lebih inklusif dan merata.
Ketut Sukra Negara menambahkan bahwa Bali memiliki keunggulan sebagai destinasi yang telah dikenal secara global. Pemerintah menyediakan sejumlah insentif bagi investor yang menanamkan modal di Bali.
"Investasi di Bali didukung sejumlah insentif oleh pemerintah dan Bali memiliki keunggulan sebagai destinasi yang telah dikenal secara global," ujar Sukra di hadapan para investor saat membuka forum.
Rangkaian acara tidak hanya berhenti pada presentasi. Forum ini juga menggelar sesi one on one business meeting antara pemilik proyek dan calon investor, serta site visit ke KEK Kesehatan Sanur — kawasan ekonomi khusus pertama di Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan.
Bank Indonesia memprakirakan outlook perekonomian Bali 2026 tetap solid di kisaran 5,4 hingga 5,9 persen. Dengan inflasi yang terjaga, optimisme pelaku usaha yang solid, serta dukungan insentif pemerintah, peluang peningkatan investasi di Bali dinilai semakin terbuka lebar.