BULELENG — Enam pemancing yang menjadi korban perahu terbalik di Perairan Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan. Peristiwa itu terjadi saat rombongan tengah memancing di tengah laut dan perahu tiba-tiba dihantam gelombang tinggi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali, I Nyoman Sidakarya, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa seluruh korban merupakan warga lokal yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan dan pemancing.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 09.00 Wita. Tim langsung bergerak ke lokasi setelah mendapat informasi dari masyarakat," ujar Sidakarya dalam keterangan resmi, Senin (17/3).
Peristiwa bermula saat enam pemancing berangkat dari Pantai Sanggalangit menuju titik pemancingan sekitar satu mil laut dari bibir pantai. Kondisi cuaca saat itu terpantau cerah, namun tiba-tiba gelombang setinggi dua meter muncul dan menghantam perahu dari samping.
Perahu bermesin tempel itu langsung oleng dan terbalik dalam hitungan menit. Para korban sempat bertahan dengan berpegangan pada lambung perahu yang terbalik sambil menunggu pertolongan.
Selain tim SAR gabungan, nelayan setempat yang melihat kejadian langsung meluncur menggunakan perahu kecil untuk membantu evakuasi. Enam korban berhasil diangkat ke perahu nelayan sebelum akhirnya diserahkan ke tim medis di dermaga.
Berikut data enam pemancing yang berhasil dievakuasi:
Seluruh korban dievakuasi dalam kondisi sadar dan tidak mengalami luka berat. Namun, dua orang di antaranya harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Gerokgak karena mengalami hipotermia akibat terlalu lama terpapar air laut.
Tim SAR gabungan yang diterjunkan terdiri dari personel Basarnas Bali, Polairud Buleleng, BPBD Buleleng, serta nelayan setempat. Operasi pencarian dinyatakan selesai setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Sidakarya mengimbau nelayan dan pemancing untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di perairan utara Bali. "Kami minta selalu gunakan pelampung dan pantau prakiraan cuaca sebelum melaut," pungkasnya.