DENPASAR — Dua penghargaan bergengsi di bidang kesejahteraan sosial berhasil diboyong oleh Pemerintah Kota Denpasar dari ajang bergengsi yang digelar Kementerian Dalam Negeri. Kota Denpasar dinobatkan sebagai yang terbaik untuk kategori penanggulangan kemiskinan dan penanganan stunting untuk regional Jawa-Bali.
Penghargaan ini menjadi cambuk semangat bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar untuk terus menghadirkan pelayanan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini diungkapkan langsung oleh pihak Pemkot Denpasar usai menerima penghargaan dari Kemendagri.
Pencapaian ini tidak lepas dari berbagai program inovatif yang telah dijalankan, mulai dari intervensi gizi spesifik di posyandu hingga program bantuan sosial yang menyasar keluarga rentan. Pemkot Denpasar dinilai berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan dalam dua tahun terakhir.
Keberhasilan ini disebut-sebut karena Pemkot Denpasar menggunakan pendekatan berbasis data dalam menangani kemiskinan dan stunting. Setiap kelurahan dan banjar diminta untuk memperbarui data keluarga secara berkala, sehingga intervensi bisa tepat sasaran.
Selain itu, kolaborasi antara dinas kesehatan, dinas sosial, dan Bappeda juga menjadi faktor penentu. Program seperti pemberian makanan tambahan, kelas ibu hamil, dan bantuan modal usaha bagi keluarga miskin ekstrem terus diperkuat.
Pemkot Denpasar berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian ini. Ke depan, program-program yang sudah berjalan akan dievaluasi dan diperluas jangkauannya, terutama di wilayah pinggiran kota yang masih memiliki angka kemiskinan relatif lebih tinggi.
Penghargaan dari Kemendagri ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Denpasar untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.