DENPASAR — Perum BULOG Kanwil Bali berhasil merealisasikan serapan gabah petani sebanyak 9.324 ton dan beras sebanyak 198 ton hingga awal Juni 2026. Angka ini menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam memenuhi target pengadaan nasional yang mencapai 4 juta ton setara beras pada tahun 2026.
Kepala Perum BULOG Kanwil Bali, Simon Melkisedek Lakapu, menyatakan bahwa capaian serapan ini merupakan wujud komitmen BULOG untuk hadir di tengah petani dan memastikan hasil panen terserap secara optimal.
“Realisasi serapan menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujar Simon dalam keterangan resmi yang diterima di Denpasar, Minggu (8/6).
Menurut Simon, keberhasilan serapan di Bali berdampak langsung pada penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional. Hingga saat ini, stok beras yang dikelola BULOG telah melampaui 5 juta ton.
“Capaian ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tambahnya.
Stok tersebut dinilai memberikan jaminan ketersediaan pangan yang kuat untuk menghadapi berbagai kebutuhan pemerintah. Mulai dari stabilisasi harga, pelaksanaan program bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar.
Secara nasional, Perum BULOG mencatatkan capaian monumental dalam penugasan pemerintah untuk pengadaan gabah dan beras dalam negeri. Hingga 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 3,01 juta ton.
Jumlah tersebut setara dengan 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026. BULOG optimistis target ini dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun.
Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah strategis, BULOG akan terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani melalui sinergi yang semakin kuat bersama seluruh pemangku kepentingan.