BALI — Rizky Mochamad menjelaskan, dari total 83 unit SPKLU yang tersedia, sebanyak 39 unit merupakan EV Charger yang berada di 17 lokasi jalur tol. Fasilitas ini dirancang khusus untuk mendukung perjalanan antardaerah pemilik mobil listrik. “Jaringan SPKLU telah menjangkau berbagai lokasi penting, baik di ruas jalan tol maupun kawasan perkotaan,” ujar Rizky dalam keterangan resmi yang diterima di Lampung.
Sementara itu, 44 unit EV Charger lainnya tersebar di 34 lokasi non-tol. Titik-titik itu mencakup pusat kota, kawasan perkantoran, pusat layanan publik, hingga area komersial. PLN juga telah menerapkan teknologi fast charging dan ultra fast charging pada sejumlah SPKLU agar proses pengisian daya berlangsung lebih cepat.
Tak hanya menyediakan infrastruktur untuk publik, PLN UID Lampung juga telah mengadopsi kendaraan listrik untuk keperluan internal. Sebanyak 51 unit kendaraan listrik kini digunakan untuk menunjang mobilitas petugas di sejumlah wilayah kerja. Menurut Rizky, penggunaan kendaraan ramah lingkungan ini meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan emisi karbon dari aktivitas perusahaan.
“Selain mendukung efisiensi operasional, penggunaan kendaraan listrik juga menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Rizky.
Untuk memberikan kenyamanan ekstra, PLN UID Lampung menghadirkan SPKLU Lounge di Kantor PLN UID Lampung. Fasilitas ini disiapkan sebagai ruang tunggu selama proses pengisian daya kendaraan berlangsung. Area tersebut dilengkapi pendingin ruangan, tempat duduk nyaman, toilet, dan televisi, sehingga pengguna bisa beristirahat atau tetap produktif sambil menunggu.
PLN UID Lampung berkomitmen terus mengembangkan infrastruktur pengisian daya yang andal dan mudah dijangkau. Ke depan, perusahaan menargetkan pengalaman terbaik bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik di Provinsi Lampung, seiring dengan pertumbuhan ekosistem yang semakin masif.