DENPASAR — Rombongan jemaah haji asal Bali akan memulai proses pemulangan ke Tanah Air pada 10 Juni 2026. Seluruh jemaah dijadwalkan mendarat melalui Debarkasi Surabaya sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Bali.
Dalam prosesi ibadah tahun ini, dua orang jemaah haji asal Bali dilaporkan meninggal dunia di Mekkah. Keduanya berasal dari Kabupaten Gianyar dan Buleleng.
Belum ada rincian lebih lanjut mengenai penyebab maupun lokasi pasti pemulasaraan jenazah kedua jemaah tersebut. Pihak embarkasi masih melakukan koordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi.
Seluruh jemaah haji asal Bali tergabung dalam satu kelompok terbang (kloter) yang akan tiba di Debarkasi Surabaya pada 10 Juni 2026. Dari Surabaya, jemaah akan diangkut menggunakan bus menuju Bali.
Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan telah menyiapkan posko pemantauan kesehatan di titik kedatangan. Setiap jemaah akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan kondisi fisik sebelum diperbolehkan kembali ke keluarganya.
Pemerintah Provinsi Bali telah menginstruksikan seluruh dinas terkait untuk bersiaga mulai H-1 kepulangan. Posko terpadu akan didirikan di Bandara Ngurah Rai dan terminal kedatangan bus antarprovinsi.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga menyiapkan layanan konsultasi bagi keluarga jemaah yang ingin menjemput langsung. Semua prosedur mengacu pada standar operasional yang ditetapkan Kementerian Agama RI.