BALI — Ferrari resmi membuka buku pemesanan untuk Luce, kendaraan bertenaga baterai murni pertama mereka, pada awal tahun 2026. Meski belum mengumumkan harga resmi secara detail, Bloomberg melaporkan angka awal 550 ribu euro untuk pasar Eropa. Angka itu masih bersifat sementara dan bisa berfluktuasi sekitar 10 persen sebelum pengiriman perdana pada Oktober 2026.
Jika harga dasar di Australia mencapai US$900 ribu, konsumen harus menyiapkan dana hingga A$1,1 juta. Lonjakan ini terutama dipicu oleh Luxury Car Tax (LCT) atau pajak barang mewah yang diterapkan pemerintah setempat. Biaya tersebut belum termasuk opsi tambahan, bea registrasi, dan pajak kendaraan bermotor.
Dengan banderol segitu, Ferrari Luce dipastikan menjadi mobil listrik termahal di pasar Australia saat ini. Posisinya berada di atas lini produk Ferrari bermesin konvensional maupun model Rolls-Royce Spectre yang sudah beredar.
Ferrari tidak serta-merta meninggalkan mesin pembakaran internal. Perusahaan menegaskan bahwa Luce akan dipasarkan berdampingan dengan unit bermesin bensin murni dan varian hybrid. Langkah ini diambil untuk tetap memberi opsi luas bagi penggemar setia di seluruh dunia.
Target penjualan perusahaan menempatkan kendaraan listrik murni hanya pada porsi 20 persen dari total penjualan. Sisanya, 80 persen, masih akan didominasi kombinasi model bermesin bensin dan teknologi hybrid. Transisi komposisi produk ini ditargetkan tercapai sepenuhnya pada akhir dekade ini.
Luce menjadi model pembuka jalan bagi ekosistem kendaraan ramah lingkungan Ferrari di masa mendatang. Meski mengusung teknologi listrik, pabrikan asal Italia itu berjanji tidak akan menghilangkan karakteristik performa tinggi yang menjadi ciri khas mereka. Langkah strategis ini diambil guna menyeimbangkan tuntutan pasar modern dengan warisan mesin pembakaran internal yang ikonik.