MANGUPURA — Pemkab Badung memastikan program Beasiswa Nak Badung 2026 akan diluncurkan pada 9 Juni 2026. Sebanyak 450 siswa dari keluarga petani menjadi prioritas utama dalam program ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Badung menyebutkan bahwa verifikasi faktual lapangan menjadi syarat ketat yang wajib dilalui setiap calon penerima. Proses ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran, terutama bagi anak-anak yang orang tuanya bekerja sebagai petani di Badung.
Setiap pendaftar tidak hanya dinilai berdasarkan dokumen administrasi. Tim verifikator akan turun langsung ke rumah dan lingkungan tempat tinggal calon penerima untuk memvalidasi data.
“Kami ingin memastikan bahwa beasiswa ini benar-benar diterima oleh anak-anak yang membutuhkan, terutama dari keluarga petani,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Badung dalam keterangan resmi.
Langkah ini merupakan bentuk keberpihakan Pemkab Badung terhadap sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi di sejumlah kecamatan. Program Beasiswa Nak Badung 2026 diharapkan mampu mendorong generasi muda Badung untuk tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa terbebani biaya.
Pemkab Badung belum merinci besaran dana yang dialokasikan untuk program ini. Namun, kuota 450 penerima menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah penyangga pariwisata Bali tersebut.
Program Beasiswa Nak Badung sebelumnya telah berjalan sejak beberapa tahun lalu dengan sasaran siswa dari keluarga kurang mampu. Tahun ini, fokus pada anak petani menjadi pembeda utama yang menegaskan arah kebijakan pembangunan SDM berbasis potensi lokal.