BALI — Umat Hindu di Bali akan menjalani lima momen rerainan penting sepanjang bulan Mei 2026. Jadwal ini dihimpun dari sistem penanggalan kalender Bali yang menjadi acuan tradisi keagamaan di Pulau Dewata.
Rerainan pertama jatuh pada Minggu (24/5/2026) bertepatan dengan Rerainan & Ala Ayuning Dewasa. Hari ini menjadi penanda awal pekan suci yang diikuti beberapa perayaan lainnya.
Kalender Bali tidak hanya menentukan hari suci, tetapi juga menjadi pedoman aktivitas pertanian, pembangunan, hingga upacara pernikahan. Setiap rerainan memiliki makna filosofis dan tata cara tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun.
Setiap rerainan mewajibkan umat untuk menyiapkan banten (sesajen) dan melaksanakan persembahyangan sesuai tingkatan upacara. Bagi yang tidak sempat ke pura, cukup menghaturkan banten di sanggah atau merajan rumah masing-masing.
Pantauan dari kalenderbali.org menunjukkan bahwa jadwal ini sudah disesuaikan dengan perhitungan sasih dan wuku. Tidak ada perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun umat tetap diimbau untuk memverifikasi kembali dengan pemangku atau bendesa adat setempat.
Menjelang purnama dan tilem, pasar tradisional di Bali biasanya dipadati pembeli dedaunan, bunga, dan buah untuk banten. Harga bahan banten seperti canang sari dan porosan cenderung stabil, namun beberapa komoditas seperti bunga kamboja dan pandan wangi bisa naik menjelang hari H.
Umat disarankan untuk tidak menunda belanja kebutuhan upacara. Pedagang di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari biasanya mulai ramai sejak dua hari sebelum purnama.
Tidak ada larangan khusus terkait aktivitas sosial selama rerainan, namun umat Hindu diimbau untuk menjaga kesucian hati dan pikiran. Bagi wisatawan yang sedang berada di Bali, momen ini bisa menjadi pengalaman spiritual yang unik untuk menyaksikan langsung tradisi keagamaan yang kental.