BANGLI — Harapan masyarakat untuk menikmati fasilitas keamanan digital yang prima di titik-titik rawan di Kabupaten Bangli harus tertahan. Pemeliharaan dan perbaikan CCTV milik Diskominfo Bangli dipastikan tidak berjalan hingga akhir tahun 2025 akibat dampak pemangkasan anggaran efisiensi yang diputuskan pemerintah pusat.
Kepala Diskominfo Bangli, I Wayan Sutama, mengungkapkan bahwa anggaran untuk pemeliharaan perangkat pengawas tersebut tahun ini tidak tersedia. Akibatnya, perbaikan untuk kamera yang rusak atau mengalami gangguan teknis harus ditunda hingga tahun anggaran berikutnya.
"Kalau ada kerusakan, sementara ini tidak bisa diperbaiki karena anggaran perawatan kena efisiensi," ujarnya kepada media, Selasa (11/3/2025).
Diskominfo Bangli tercatat mengelola ratusan unit CCTV yang tersebar di sejumlah titik strategis. Lokasi pemasangan meliputi pusat kota, simpang jalan protokol, hingga kawasan yang dinilai rawan tindak kriminalitas dan pelanggaran lalu lintas.
Dengan mandeknya perawatan, sejumlah kamera dilaporkan mengalami kendala teknis. Mulai dari kualitas gambar yang buram, sinyal terputus, hingga perangkat yang mati total. Kondisi ini tentu mengurangi efektivitas sistem pengawasan keamanan di wilayah Kabupaten Bangli.
Kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat telah memangkas berbagai pos belanja di daerah, termasuk untuk operasional dan pemeliharaan perangkat teknologi informasi. Kepala Diskominfo Bangli menyebut situasi ini memaksa pihaknya untuk memprioritaskan kebutuhan lain yang lebih mendesak.
"Kami berharap tahun depan anggaran bisa kembali normal agar layanan pemeliharaan CCTV bisa berjalan lagi," pungkas I Wayan Sutama.
Belum ada kepastian kapan seluruh CCTV di Bangli akan berfungsi optimal. Diskominfo setempat menargetkan perbaikan dan pemeliharaan baru bisa berjalan kembali jika alokasi anggaran pada APBD 2026 sudah dipulihkan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan melapor jika melihat potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.