BALI — Setelah sebelumnya teknologi pengisian daya ultra-cepat hanya tersedia di model premium seperti Denza Z9 GT dan Yangwang U7, BYD kini membawanya ke segmen yang lebih terjangkau. Yuan Plus terbaru hadir dengan dua opsi baterai: 57,5 kWh dan 68,5 kWh, yang keduanya sudah menggunakan Blade Battery 2.0. Varian dengan baterai lebih besar diklaim mampu menempuh jarak 630 kilometer dalam siklus CLTC, setara 391 mil.
Salah satu gebrakan utama adalah sistem Flash Charging. BYD mengklaim pengisian dari 10% ke 70% hanya butuh 5 menit, sementara dari 10% ke 97% rampung dalam 9 menit. Performa ini tetap terjaga di kondisi ekstrem: pada suhu -30°C, waktu pengisian dari 20% ke 97% hanya bertambah tiga menit.
Artinya, pengemudi di daerah dengan musim dingin ekstrem tidak perlu khawatir baterai drop drastis saat suhu turun. Teknologi ini menjadi pembeda signifikan dibandingkan kompetitor di kelas yang sama, seperti Geely Galaxy E5 dan Changan Deepal S05 yang belum memiliki fitur serupa.
Yuan Plus generasi ketiga tersedia dalam empat varian. Tenaga disalurkan melalui motor listrik yang dipasang di belakang, dengan dua opsi daya: 268 hp (200 kW) atau 321 hp (240 kW). Untuk pengemudi yang menginginkan fitur keselamatan aktif lebih lengkap, BYD menawarkan paket God’s Eye B (DiPilot) seharga 12.000 yuan (Rp 28 juta).
Paket ini mencakup LiDAR atap dan 30 kamera serta sensor canggih, yang memungkinkan sistem bantuan mengemudi di jalan tol dan perkotaan, termasuk fitur parkir otomatis. Ini adalah langkah BYD untuk mendemokratisasi teknologi ADAS yang biasanya hanya ada di mobil mahal.
Bagian kabin juga mengalami pembaruan menyeluruh. BYD menyematkan layar floating infotainment 15,6 inci yang lebih besar, head-up display, serta kulkas built-in. Jok premium baru turut meningkatkan kenyamanan berkendara. Meski dimensi eksterior masih sama dengan model sebelumnya, interior terasa lebih modern dan fungsional.
Dengan harga mulai 119.900 yuan (sekitar Rp 281 juta), Yuan Plus generasi ketiga hanya naik tipis dari versi sebelumnya yang dibanderol 115.800 yuan. Kenaikan sekitar Rp 9,6 juta ini sebanding dengan tambahan jarak tempuh dan teknologi pengisian daya.
BYD mengonfirmasi bahwa teknologi Flash Charging dan Blade Battery 2.0 akan diperkenalkan di Eropa, Inggris, dan pasar global lainnya pada akhir tahun ini. Atto 3 diperkirakan akan menerima pembaruan serupa, sehingga konsumen di luar China bisa menikmati fitur yang sama.
Belum ada pengumuman resmi mengenai ketersediaan di Indonesia. Namun, melihat popularitas Atto 3 sebagai salah satu model BYD terlaris secara global — menempati posisi ke-13 penjualan EV dunia pada 2025 dengan nyaris 224.000 unit — bukan tidak mungkin versi upgrade ini akan segera menyusul ke pasar Tanah Air.
Ya. BYD mengklaim pengisian dari 10% ke 97% hanya membutuhkan waktu 9 menit menggunakan teknologi Flash Charging terbaru.
Di China, harga mulai 119.900 yuan atau sekitar Rp 281 juta. Versi dengan paket ADAS God’s Eye B dijual 131.900 yuan (Rp 309 juta).
Di segmen yang sama, BYD bersaing dengan Geely Galaxy E5 dan Changan Deepal S05. Keduanya juga merupakan SUV listrik kompak yang dijual di pasar China dengan harga dan spesifikasi sebanding.