Cegah Penyakit Tidak Menular pada Remaja, Poltekkes Denpasar Gelar Diklat Literasi Label Pangan untuk 100 Pelajar

Penulis: Bayu Nugroho  •  Senin, 18 Mei 2026 | 11:20:50 WIB
Peserta Diklat Literasi Label Pangan Poltekkes Denpasar mempraktikkan penimbangan takaran saji secara langsung.

DENPASAR — Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Gizi bertajuk LENTERA atau Peningkatan Literasi Remaja Tentang Label Pangan, Minggu (17/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Restaurant kampus Jalan Gumitir, Denpasar Timur, ini menyasar puluhan remaja sebagai agen perubahan literasi pangan.

Ketua Panitia Diklat, Ni Made Gita Kusuma Wardani, menyebut latar belakang program ini adalah rendahnya kesadaran generasi muda dalam membaca label pangan pada produk makanan dan minuman kemasan. "Melalui Diklat LENTERA, kami berharap remaja dapat lebih bijak dalam pola konsumsi sehari-hari dengan selalu mencermati informasi nilai gizi," ujarnya dalam laporan kegiatan.

Mengapa Remaja Jadi Sasaran Utama?

Tren Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes mellitus, gagal ginjal kronis, penyakit jantung, hipertensi, dan obesitas kini kian mengkhawatirkan karena mulai menyerang usia produktif. Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam sambutannya menekankan urgensi literasi pangan sejak dini.

"Kami berharap materi yang diperoleh para peserta dalam diklat ini tidak berhenti di sini. Harus diaplikasikan pada diri sendiri, dan yang tidak kalah penting adalah diteruskan kepada teman sebaya di sekolah masing-masing sebagai agen perubahan," tegasnya.

Praktik Langsung: Menimbang Takaran Saji dan Membandingkan Kandungan Gizi

Diklat ini tidak hanya berisi ceramah. Peserta diajak praktik langsung menimbang takaran saji serta membandingkan kandungan gizi antar-produk secara riil. Narasumber Ni Putu Agustini, SKM., M.Si., mengupas materi mulai dari pemetaan PTM, perhitungan kebutuhan energi, legalitas izin edar BPOM, hingga identifikasi Bahan Tambahan Pangan (BTP).

Metode pelatihan dikombinasikan antara ceramah, tanya jawab, dan pengamatan komponen label secara berkelompok. Setelah melakukan komparasi produk, perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisisnya dan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diimplementasikan pasca-diklat.

Dihadiri Tokoh Muda hingga Jegeg Bagus

Acara pembukaan berlangsung semarak dengan kehadiran jajaran pimpinan struktural, termasuk Ketua Jurusan Gizi, Kaprodi Diploma Tiga Gizi, serta Kaprodi Gizi dan Dietetika Program Sarjana Terapan. Putra-putri Sekolah Ajeg Bali, Teruna Bagus Teruni Jegeg Resman, serta Jegeg Bagus Jurusan Gizi 2026 turut hadir memperkuat kampanye literasi sehat ini.

Sebagai penutup, seluruh peserta menggemakan jargon bersama: "LENTERA 2026: Baca labelnya, bijak pilihannya, sehat remajanya!" Melalui sinergi akademis dan pengabdian masyarakat ini, diharapkan mata rantai minimnya literasi pangan di kalangan remaja dapat diputus demi melahirkan generasi masa depan yang tangguh dan sadar kesehatan.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: letternews.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top