DENPASAR — Angka 2,4 juta wisatawan asing itu setara dengan 34 persen dari total 7 juta kunjungan mancanegara ke Pulau Dewata sepanjang tahun ini. Mereka telah membayar pungutan sebesar Rp150 ribu per orang melalui sistem digital Love Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster secara khusus menyampaikan terima kasih langsung kepada para pelancong yang telah mematuhi kewajiban tersebut. “Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tertinggi kepada seluruh turis asing yang telah berkontribusi dengan membayar pungutan wisatawan asing,” ucapnya di Denpasar.
Pemerintah Provinsi Bali menegaskan dana Rp369 miliar yang terkumpul tidak digunakan sembarangan. Koster menjelaskan, seluruh dana tersebut dikelola secara transparan untuk mendukung perlindungan budaya, menjaga lingkungan alam, serta memperkuat tata kelola pariwisata berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Love Bali yang mulai diterapkan sejak Februari 2024. Gubernur menyebut pungutan ini sebagai bentuk partisipasi langsung wisatawan dalam menjaga keseimbangan kehidupan di Bali, baik secara sekala (nyata) maupun niskala (spiritual).
Di tengah penerapan kebijakan ini, daya tarik Bali di mata dunia justru semakin kuat. Koster mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, Bali kembali dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik dunia sekaligus Pulau Terbaik di Asia Pasifik.
Provinsi ini juga masih menjadi primadona utama pariwisata Indonesia. Kontribusi wisatawan asing yang datang ke Bali mencapai lebih dari 45 persen dari total kunjungan mancanegara ke seluruh Indonesia.
“Pariwisata Bali memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat serta menumbuhkan kemakmuran dan kebahagiaan,” tegas Gubernur jebolan ITB Bandung itu.
Meski angka partisipasi mencapai 34 persen, Koster mengakui masih ada ruang besar untuk meningkatkan kepatuhan. Dari total 7 juta wisatawan asing yang datang, sekitar 4,6 juta orang tercatat belum membayar pungutan tersebut.
Pemerintah Provinsi Bali pun terus mengimbau para pelancong untuk membayar PWA sebelum keberangkatan melalui platform web atau aplikasi mobile Love Bali. “Saya mengajak seluruh turis asing yang mencintai Bali untuk turut serta melestarikan Bali dan meningkatkan daya saing pariwisata Bali,” ajak Koster.
Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini menutup pernyataannya dengan pesan bahwa Bali adalah rumah bersama. “Bali, Pulau Dewata, rumah kita, milik kita semua. Mari kita jaga bersama,” pungkasnya.